Kamis, 30 Maret 2017

breaking-news GDP AS Q4 direvisi naik menjadi 2.1%, Klaim Penganguran turun menjadi 258K.

cfd  CFD

Kasus Honda Masuk Ranah Penyidikan Federal AS

Selasa, 4 November 2014 16:02 WIB
Dibaca 688

Monexnews - U.S. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) memulai penyelidikan terhadap kasus kecelakaan yang disebabkan oleh malfungsi di mobil Honda. Kemungkinan adanya cacat pada komponen airbag (kantung udara) menjadi fokus perhatian utama penyidik federal Amerika Serikat (AS).

Pihak pengawas transportasi memberikan waktu kepada Honda untuk menjawab seluruh pertanyaan soal kecelakaan yang dialami oleh pengemudinya. Sebanyak 34 poin pertanyaan sudah dikirimkan untuk diisi oleh pihak direksi. "Honda dan beberapa produsen lain wajib melengkapi form tersebut, dan mereka akan menerima sanksi apabila mengabaikannya," ujar David Friedman, Wakil Kepala NHTSA.

Di Amerika Serikat, setiap perusahaan otomotif wajib mengisi form Early Warning Reporting setiap kuartal, di mana di dalamnya berisi laporan tentang pengaduan kecelakaan termasuk jumlah korban jiwa dan cedera. Dengan adanya kewajiban lapor, maka pemerintah akan lebih reaktif untuk mengusut setiap kasus di jalan raya. "Kami sudah menerima informasi soal cacat produksi pada komponen airbag Honda," demikian pernyataan resmi NHTSA.

Honda harus menarik 5,1 juta unit kendaraannya dari tangan konsumen Amerika Serikat karena airbag di beberapa mobil meledak tiba-tiba hingga melontarkan partikel metal saat terjadi benturan. Menurut laporan terakhir Center for Auto Safety, 3 pengemudi mobil Honda dan satu pengguna Acura, tewas akibat kesalahan teknis ini. Belasan orang juga dilaporkan mengalami cedera serius dan dua pengemudi menderita kebutaan akibat terkena serpihan besi.

Masalah recall kendaraan lazim dialami oleh produsen-produsen otomotif dunia. Walaupun penarikan mobil masuk ke dalam pos beban operasional, mau tidak mau perusahaan harus melakukannya demi menjaga kepuasan konsumen. Untuk meningkatkan kualitas manajerialnya, Honda Motors, memberlakukan skema risk and reward kepada jajaran direksinya, terutama menyangkut isu recall kendaraan. Gaji CEO Takanobu Ito dikurangi 20% mulai bulan November ini sampai dengan Januari 2015 karena perusahaan mengalami masalah recall. Sementara 11 direktur lainnya juga akan menerima upah 10% lebih kecil sebagai wujud pertanggungjawaban mereka atas kasus yang menimpa perusahaan. Menurut dokumen yang didaftarkan kepada otoritas keuangan Jepang, CEO Ito biasanya menerima gaji $944.000 dan bonus $444.000 dalam tahun buku terakhir Honda.

Center for Auto Safety, asosiasi yang mengawasi keselamatan di jalan raya, tidak puas kalau pejabat terkait hanya menerima pemotongan gaji. Organisasi itu meminta pemerintah federal mengadakan penyidikan untuk mengkaji laporan konsumen terkait masalah di mobil-mobil Honda. Honda juga bukan satu-satunya produsen yang mengalami masalah dalam fitur airbag-nya sepanjang tahun 2014. BMW, Chrysler, Ford, GM, Mazda, Mitsubishi, Nissan, Subaru dan Toyota. Semua perusahaan itu memakai produk airbag buatan Takata, yang merupakan supplier utama Honda.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar