Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

cfd  CFD

Kejayaan Apple dan Samsung Diramalkan Segera Berakhir

Rabu, 13 Agustus 2014 14:09 WIB
Dibaca 1593

Monexnews - Walaupun konsisten menelurkan produk dan konsep baru, Apple dan Samsung diprediksi tidak akan mampu mempertahankan dominasinya di industri ponsel dunia. Situasi di industri teknologi sudah sangat jauh berbeda dibandingkan lima tahun lalu. 

Menurut agensi pemeringkat Fitch, pangsa pasar Samsung di pasar smartphone akan turuk menjadi hanya 25% dari angka tahun 2013 yang sebesar 31%. Sementara jatah Apple diperkirakan hanya turun relatif kecil dari 15% menjadi 14 di 2014.

Terdapat beberapa hal yang melatarbelakangi proyeksi Fitch, di antaranya adalah kemunculan produk-produk baru dengan harga murah, khususnya dari Asia. "Penurunan pangsa pasar Apple dan Samsung akan dipengaruhi oleh kerasnya persaingan di negara-negara berkembang," tulis Fitch dalam pernyataannya. Dengan harga konsumen $100-300 per unit, tidak sedikit ponsel lokal yang mampu menawarkan fitur lebih banyak ketimbang iPhone dan keluarga Galaxy. Tidak heran apabila konsumen lebih memilih untuk menyerbu produk-produk domestik ketimbang memburu iPhone 5s dan Galaxy S anyar yang harganya selangit.

Dari sisi distribusi, volume pengiriman smartphone Apple dan Samsung diprediksi stagnan di kisaran 450 juta - 460 juta unit di tahun 2014. Estimasi tersebut lebih rendah dibandingkan catatan pengiriman 2013 yang mencapai 467 juta ponsel. Sementara dari sisi konsumen, volume permintaan smartphone diyakini meningkat sekitar 20% menjadi 1.2 miliar.

Akhir Dominasi Samsung di China

Gejala penurunan angka penjualan smartphone buatan produsen besar seperti Apple dan Samsung sudah terlihat sejak awal tahun. Salah satunya adalah berakhirnya dominasi Samsung di pasar smartphone China seiring kemunculan pemain baru, Xiaomi, yang menyita perhatian pengamat teknologi berkat capaian labanya yang fantastis di tahun 2014. 

Pada kuartal II lalu, jumlah pengiriman unit smartphone Xiaomi ke tangan konsumen China melampaui angka penjualan Samsung. Merk yang didirikan oleh sosok bernama Lei Jun tersebut sukses menguasai 14% pasar ponsel China dengan skala pemasaran mencapai 15 juta unit smartphone atau setara kenaikan 240% dibandingkan satu tahun sebelumnya.

Selain Samsung, saingan terdekat Xiaomi di wilayah China adalah Lenovo, Yulong dan Huawei. Keempatnya memiliki pangsa pasar lebih dari 10% dengan selisih jumlah pengguna sangat tipis. Sementara di luar negeri, nama Xiaomi relatif asing di telinga pengguna gadget karena perusahaan memang masih fokus memenuhi permintaan dari dalam negeri.

Kesuksesan Xiaomi bukanlah keberuntungan semata, namun lebih pada sebuah efek dari persiapan yang matang. Untuk menembus pasar internasional, pihak direksi bahkan sudah menyewa jasa mantan salah satu bos Google, Hugo Barra, untuk dijadikan chief executive. Barra adalah orang yang bertanggungjawab mengkampanyekan merk dagang Xiaomi di wilayah target ekspansi seperti Indonesia, Meksiko, Rusia, Thailand dan Turki.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar