Sabtu, 21 Oktober 2017

cfd  CFD

Kejayaan Usai, Blackberry Bingung Tentukan Arah

Selasa, 13 Agustus 2013 11:40 WIB
Dibaca 502

Monexnews - Masa-masa keemasan ponsel Blackberry sudah berada di ujung tanduk. Tingkat penghasilan produsen smartphone asal Kanada semakin tipis karena produknya kalah bersaing dengan perangkat buatan Apple, Google dan handset berbasis sistem operasi Microsoft. Untuk menyelamatkan bisnisnya, pihak direksi memang memiliki beberapa pilihan namun tidak ada yang bisa menjamin opsi yang diambil nanti bisa memperbaiki kinerja usaha.

Tadinya ponsel berbasis Blackberry 10 diharapkan mampu mendongkrak popularitas merk di mata komunitas teknologi dunia. Namun harapan tinggal harapan karena angka penjualan ponsel-ponsel dengan sistem operasi itu justru mengecewakan. Jajaran direksi Blackberry awal pekan ini mengumumkan suatu 'strategi alternatif' guna memperbaiki performa bisnisnya.

Menjual Perusahaan Sepenuhnya
CEO Thorsten Heins dalam beberapa bulan terakhir menyatakan niatnya untuk menjual Blackberry ke investor lain yang berminat. Opsi ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan karena belum ada pihak yang menunjukkan ketertarikan. Sebelum 'lebur' seperti sekarang, MIcrosoft dan Lenovo digadang-gadang berminat mengakuisisi Blackberry dengan nilai transaksi cukup besar. Namun skenario tersebut kini sulit terlaksana mengingat kedua pemain besar di sektor teknologi itu sudah cukup mapan dengan produk software dan handset-nya masing-masing. Kalaupun nantinya opsi penjualan dipilih oleh pihak direksi dan pemegang saham, maka harga jualnya diprediksi tidak akan cukup menguntungkan.

Menjual Software
Opsi penjualan software cukup masuk akal untuk dilakukan karena Blackberry masih memiliki nilai jual dalam persaingan piranti lunak. Merk ponselnya memang semakin tidak populer, namun reputasi smartphone asal Kanada dalam hal keamanan akun korporasi masih diakui banyak pihak. Sebagai penunjangnya, Blackberry bisa menjual solusi keamanan perangkat tablet dan ponsel kepada publik dan korporasi lain. Aplikasi Secure Work Space dapat digunakan oleh pengguna mobile phone iPhone dan Android sebagai cara mudah untuk mengganti mode personal ke mode korporat dan sebaliknya. Sementara Mobile Fusion bisa berguna bagi para staf IT untuk mengatur berbagai perangkat mobile melalui satu interface saja. Rencana pembukaan layanan messenger sebagai aplikasi lintas sistem operasi juga bisa menguntungkan karena selama ini aplikasi BBM adalah tulang punggung penjualan, khususnya di wilayah Asia. Alternatif untuk menjadi perusahaan spesialis software lebih layak dipertimbangkan dibandingkan jika memaksa untuk tetap berjualan perangkat mobile-nya. Pun demikian, CEO Thorsten Heins telah mengutarakan keberatannya untuk mengambil opsi ini dalam sebuah momen beberapa pekan lalu. Ia menilai pihak konsumen sudah memandang Blackberry sebagai solusi berbagai kebutuhan, mulai dari ponsel hingga software-software penunjang aktivitas pengguna.

Go Private
Pilihan privatisasi bukanlah jaminan bagi Blackberry untuk berjaya lagi, namun hal ini bisa memberi kebebasan bagi pihak direksi untuk mengambil keputusan bisnis. Tanpa adanya tekanan dari pemegang saham dan publik, perseroan dapat menentukan langkah selanjutnya yang baik bagi mereka. Untuk menjadikan Blackberry sebagai target akusisi yang menarik, perusahaan harus mampu menghasilkan laba besar pasca privatisasi bisnis. Tingkat keuntungan harus optimal karena wacana going private membutuhkan biaya yang besar dan masih belum jelas siapa yang mau mendanai transformasi usaha tanpa adanya modal dari publik. Pun jika harus menarik diri dari bursa, perusahaan harus mampu memaparkan business plan yang jelas sehingga keberlangsungan bisnis tidak terkatung-katung di masa depan.

Menjual Hak Paten
Apabila kinerja penjualan perangkat keras tidak tertolong lagi, maka hak paten bisa dijadikan alat untuk menambah pemasukan usaha. Blackberry memegang beberapa paten produk penting yang bisa menarik perhatian pemain teknologi lainnya. Di tengah kisruh dan sengketa antar perusahaan, hak paten merupakan produk jualan yang menarik bagi calon pembelinya. Di tengah aksi saling sikut soal perebutan hak cipta, produsen ponsel yang kuat tentu ingin menambah portofolio patennya karena selain bermanfaat untuk memperkaya fitur, alat ini bisa menjadi senjata psikologis dalam persaingan di industri teknologi.

Terlepas dari sekian banyak opsi yang bisa dipilih oleh Thorsten Heins dan kolega, Blackberry sesungguhnya belum dalam kondisi terdesak. Dengan bermodal kas senilai $3.1 miliar dan reputasi bagus di negara berkembang, sendi operasional masih bisa terselamatkan. Pihak direksi memang baru mengungkapkan wacana penjualan kepada publik, tetapi mereka juga pasti menyadari bahwa terdapat beberapa pilihan lain yang bisa diambil meskipun tak ada yang bisa menjamin kesuksesan seperti dulu lagi. 


*Harga saham Blackberry ditutup pada level $10.78 atau menguat 10.45% pada sesi perdagangan Senin (12/08). 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar