Selasa, 24 Januari 2017

cfd  CFD

Kerek Pemasukan, Wal-Mart Perbanyak Cabang dan Lirik Bisnis Online

Kamis, 24 Oktober 2013 14:19 WIB
Dibaca 880

Monexnews -  Perluasan bisnis secara agresif terus dilakukan oleh Wal-Mart ke seluruh belahan dunia. Peritel terbesar sejagad ini menambah jumlah tokonya di negara China untuk menggenjot pemasukan usaha.

Sebanyak 110 cabang Wal-Mart akan dibuka di seluruh penjuru China antara tahun 2014 dan 2016. Jumlah tersebut nyaris empat kali lipat lebih banyak dibandingkan jumlah toko Wal-Mart di negara tersebut yang saat ini baru mencapai 30 cabang. Dalam pengumuman resminya hari Kamis (24/10), eksekutif Wal-Mart mengutarakan rencana rasionalisasi bisnis dengan menutup pos operasional yang tidak efektif dan membidik lokasi baru. Meskipun berniat membangun lebih dari 100 cabang, perusahaan juga akan menutup sebanyak 15 sampai 30 toko dalam 18 bulan ke depan. Wal-Mart sendiri sudah menutup 11 toko yang dianggap gagal menghasilkan keuntungan sesuai harapan.

Perusahaan asal Amerika tersebut harus berjuang menghadapi tekanan dari tren perlambatan ekonomi dan perubahan fundamental sektor ritel di China. Indikasi penurunan kinerja tercermin dari lambatnya arus penjualan setiap tahun dan peralihan budaya konsumsi ke belanja online. Atas dasar itulah Wal-Mart ingin memanfaatkan perubahan tren belanja dengan memperluas jangkauan online. Terlebih lagi, hasil riset lembaga Bain & Co. menunjukkan bahwa transaksi online akan berkontribusi sebesar 32% terhadap total pertumbuhan angka penjualan per tahun antara tahun 2012 dan 2015.

"Kami ingin menjaga tingkat harga dan kualitas produk yang kami jual. E-commerce adalah cara yang tepat untuk memajukan Wal-Mart secara global," ujar CEO Mike Duke. Ia juga menyebut kalau bisnis jual beli online Wal-Mart tumbuh sekitar 30% di paruh pertama tahun ini. Namun performa bisnis belum sepenuhnya memuaskan karena China dianggap memiliki potensi konsumen yang jauh lebih besar daripada itu. Untuk mempertajam rencana go online, Wal-Mart telah membeli sebuah perusahaan online store China bernama Yihaodian pada tahun lalu. Yihaodian memiliki 24 juta pengguna terdaftar dan dikenal tangguh dalam hal layanan pengiriman hari yang sama kepada konsumen (same-day delivery services).

Pekan lalu, Wal-Mart mengumumkan penutupan 50 toko yang tidak menguntungkan di negara Brazil dan China. Toko-toko itu berperan dalam penurunan angka penjualan sebanyak 2.9% terhadap pemasukan internasional di kuartal II.


 *Berita ini belum berpengaruh terhadap kinerja sahamHarga saham Wal-Mart ditutup pada posisi $75.90 atau anjlok setengah persen di sesi reguler New York hari Rabu (23/10).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar