Kamis, 21 September 2017

cfd  CFD

Kerugian ArcelorMittal Membengkak Ditengah Lesunya Permintaan Baja

Jumat, 8 Mei 2015 4:08 WIB
Dibaca 5543

Monexnews -

ArcelorMittal melaporkan kemungkinan akan mengikuti langkah US Steel Corp yang menghentikan sementara beberapa pabrik baja di Amerika seiring kesulitannya untuk mengimbangi pelemahan permintaan baja global, kejatuhan harga bijih besi dan kenaikan impor menuju ke AS. Produsen baja terbesar dunia yang berbasis di Luxembourg menyatakan di hari Kamis, bahwa net loss kwartal pertama melembar ke -$728 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya di level -$205 juta. Sementara revenue anjlok 13% ke level $17.12 milyar.

Perusahaan tersebut berencana memangkas biaya pada bisnis tambang bijih besi nya dan mengecilkan operasi di AS, yang merupakan pangsa pasar kedua terbesarnya. Secara keseluruhan Arcelor Mittal memiliki 20,000 pekerja AS pada 25 pabrik nya yang tersebar di 12 negara kemungkinan akan diberhentikan.

Tidak seperti sebelumnya, ArcelorMittal tidak dapat lagi menggantungkan harapan pada bisnis tambang bijih besinya untuk menutup kerugian pada pabrik baja. Perusahaan sebelumnya merupakan penambang yang profitable, dengan menambang bijih besi yang merupakan bahan utama dalam pembuatan baja di 9 negara, termasuk Canada, AS, Ukraina dan Liberia. Setahun lalu, unit  bisnis tersebut berhasil mencetak laba $274 juta. Namun kwartal ini justru merugi -$36 juta, seiring terpangkasnya harga bijih besi lebih dari setengah. Alhasil perusahaan tersebut memangkas proyeksi earnings 2015, dari $6.5 milyar menjadi $6 milyar.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar