Senin, 23 Oktober 2017

cfd  CFD

Ketimbang Apple, Samsung Lebih Banyak Kucurkan Dana Riset Produk

Kamis, 21 November 2013 14:10 WIB
Dibaca 666

Monexnews - Walaupun masih diakui sebagai perusahaan teknologi paling mahal di dunia, kebijakan produksi Apple Inc kerap dikritik oleh pengamat teknologi Amerika. Minimnya inovasi selepas kepergian Steve Jobs membuat pelaku pasar tidak lagi terlalu yakin dengan prospek bisnis Apple.

Kritikan terhadap 'inovasi miskin' Apple mungkin ada benarnya, seperti terlihat pada data belanja perusahaan yang dikompilasi oleh iGizmo pekan ini. Dari situ bisa dilihat bahwa Apple 'hanya' menganggarkan dana $3.5 miliar atau sekitar Rp41 triliun untuk keperluan riset dan pengembangan pada tahun 2012 lalu. Jumlah sebesar itu jauh di bawah uang belanja research & development (R&D) Samsung yang mencapai $11.2 miliar atau Rp131 triliun. Laporan iGizmo sendiri hanya terfokus pada belanja modal untuk keperluan inovasi produk di wilayah Uni Eropa dan belum mencakup area lainnya. Dari situ bisa dilihat kalau Samsung jauh lebih serius mengembangkan bisnisnya demi mendongkrak perolehan laba di benua biru.

Menurut daftar belanja R&D perusahaan-perusahaan dunia di wilayah Uni Eropa versi iGizmo, Samsung menjadi perusahaan teknologi dengan pengeluaran riset terbesar. Di bawahnya adalah Microsoft, dengan gelontoran modal mencapai $10.6 miliar, kemudian disusul oleh Google dengan belanja riset $6.7 miliar. Dari 2000 perusahaan multisektoral besar yang beroperasi di Uni Eropa, Apple Inc hanya menempati urutan ke 46 dalam urusan belanja untuk keperluan riset dan pengembangan produk. Pun demikian, ranking produsen iPhone itu jauh lebih baik ketimbang catatan belanja di Uni Eropa pada tahun 2004 silam, di mana peringkatnya masih di 150-an.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar