Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

cfd CFD

Kunjungi China, CEO Twitter Diduga Usung Agenda Bisnis

Senin, 17 Maret 2014 12:42 WIB
Dibaca 441

Monexnews - Untuk pertama kalinya, CEO Twitter, Dick Costolo akan mengunjungi China hari Senin ini (17/03). Namun lokasi yang dituju oleh orang nomor satu di perusahaan media sosial tersebut bukanlah ibukota Beijing, melainkan Shanghai.

Dick Costolo dijadwalkan bertemu pemerintah kota Shanghai, akademisi dan mahasiswa dalam sebuah forum. Konon ia juga akan mencoba untuk merayu otoritas di sana agar mau membuka akses penggunaan Twitter, yang diblok sejak tahun 2009 lalu. Selama 3 hari, Costolo akan berdiskusi dengan banyak pemangku kepentingan, termasuk pihak pengawas Zona Perdagangan Bebas Shanghai, guna mengetahui atura-naturan yang berlaku di sana. Adapun komponen isu yang akan dibicarakan kemungkinan meliputi pola kebijakan mata uang serta mekanisme investasi dana langsung oleh pihak asing.

China sendiri adalah pasar internet potensial dengan jumlah pengguna aktif lebih dari 600 juta orang. Oleh karena itu, Twitter diklaim berniat merayu pemerintahnya agar layanannya bisa diakses oleh masyarakat. Pun demikian, pihak pemerintah daerah menyangkal kalau pertemuan dengan Costolo akan membahas masalah tersebut. Sementara direksi Twitter juga menolak anggapan media terkait kepentingan bisnisnya di wilayah China.

Berbeda dengan Twitter yang masih malu-malu, Facebook justru sudah terang-terangan mengutarakan niatnya untuk menginvasi China. CEO Mark Zuckerberg sudah berulangkali bolak balik ke negara itu guna meminta pemerintah untuk membuka akses layanan Facebook. Sensor internet yang kuat di China membuat perusahaan teknologi asal Amerika gagal berkuasa di sana, tidak terkecuali korporasi besar seperti Google dan Yahoo. Padahal jika akses untuk situs asing dibuka, uang yang bisa dihasilkan sangatlah besar karena jumlah pengguna internet di negeri komunis itu termasuk yang paling banyak di dunia.

"Dick mengunjungi China untuk belajar tentang budaya dan kemajuan teknologinya," ujar seorang juru bicara Twitter. Perusahaan bersikukuh bahwa tidak ada motif lain di balik itu, terlebih lagi menyangkut upaya ekspansi. Ia juga diagendakan menggelar diskusi panel dengan mahasiswa University of Shanghai, sesuai permintaan sponsor yang memberikan visa.

[Harga saham Twitter ditutup pada posisi $51.92 atau melemah 3.08% pada sesi perdagangan hari Jumat lalu (14/03).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar