CFD

Kurang dari Sebulan, Investor Facebook Rugi 30%

Selasa, 5 Juni 2012 10:12 WIB
Dibaca 433

Monexnews - Sejak Initial Public Offering (IPO) digelar, pemilik saham Facebook (NQ:FB) sudah merugi sekitar 30%.

Saham perusahaan besutan Mark Zuckerberg sempat menyentuh harga termurah $26.44 pada hari Senin (04/06). Namun FB akhirnya sedikit pulih dan mampu mengakhiri hari di level $26.90 per unit. Jika dikalkulasi, kamrin Facebook anjlok sampai 3% sejak penutupan hari Jumat (01/05).

Tadinya, kehadiran Facebook di Nasdaq sangat dinantikan oleh investor seluruh dunia. Mengingat cakupan bisnis perusahaan sosial media ini sudah menjangkau seluruh benua. Namun antusiasme perlahan berubah jadi kekecewaan setelah IPO bulan lalu sangat jauh di bawah harapan khalayak. Konsorsium 33 perusahaan underwriter yang dikomandoi Morgan Stanley (MS) menetapkan batas atas saham FB pada harga $38. Di hari pertama trading, saham ditutup beberapa sen di atas level tersebut dan sekarang kondisinya berbeda. Harga ekuitas korporasi jejaring sosial ini sudah tergerus 29,2% sejak penutupan tertinggi itu.

Memang terdapat masalah teknis pada proses IPO sehingga banyak sekali pesanan tidak tereksekusi kala itu. Investor yang membeli saham FB justru harus menerima harga lebih mahal karena sistem otomatis terlambat membaca pesanan. Alhasil, baik Facebook dan perusahaan penanggungjawab IPO dituding pilih kasih pada perusahaan investasi tertentu dengan memberi akses pada mereka untuk mengoleksi saham dengan harga lebih murah. Investor retail kini tengah memperjuangkan class action terhadap Facebook, Zuckerberg serta institusi underwriter termasuk Morgan Stanley, JPMorgan Chase (JPM), Goldman Sachs (GS), Barclays Capital dan Merrill Lynch, unit usaha Bank of America (BAC).

Jika ditilik lebih lanjut, harga saham terkini Facebook bisa menjadi titik masuk ideal bagi investor baru. Mengingat secara fundamental tidak ada masalah berarti dalam kinerja operasional FB. Zuckerberg dan kolega bahkan tetap agresif mengambilalih perusahaan-perusahaan yang berpotensi mendatangkan laba bagi mereka. Setelah Instagram, korporasi asal Norwegia, Opera, juga sedang dibidik untuk di-akuisisi. Patut diingat bahwa kinerja sahamnya juga sangat tergantung pada sejauh mana perkembangan ekonomi dalam negeri Amerika dan eskalasi krisis di Eropa.

 

sumber tabel headline: CNN

(dim)

Lihat Disclaimer

Kirim Komentar Anda



Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar