Selasa, 28 Maret 2017

cfd  CFD

Laba Shell Tergerus Biaya Perbaikan Instalasi

Rabu, 30 April 2014 15:05 WIB
Dibaca 486

Monexnews - Periode sulit sedang dihadapi oleh perusahaan energi asal Eropa. Setelah British Petroleum gagal menghasilkan profit optimal pada kuartal I lalu, giliran Royal Dutch Shell PLC yang mencatat torehan serupa. 

Shell mencatat laba operasional sebesar $4.47 miliar pada triwulan pertama 2014 atau 44% lebih rendah dibandingkan perolehan bulan yang sama tahun lalu. Revenue-nya merosot dari $112.8 miliar menjadi $109.66 miliar sehingga laba operasionalnya ikut tergerus dari $8.18 miliar menjadi $4.51 miliar. Jumlah produksi minyak dan gasnya tercatat sebesar 3.25 miliar barel per hari atau 4% lebih sedikit dibandingkan kuartal I 2013. Pun demikian, perusahaan asal Belanda itu tetap menaikkan bunga dividen dari $0.45 menjadi $0.47 per saham dan mengutarakan rencana penjualan asetnya di negara Norwegia.

Penurunan laba yang dialami oleh Shell disebabkan oleh besarnya pengeluaran untuk perawatan infrastruktur. Untuk perbaikan fasilitas penyulingan di Asia dan Eropa saja, perusahaan harus merogoh kocek $2.86 miliar. Hasil laporan kuartal I menandai periode kerja perdana Ben van Beurden sebagai chief executive di bulan Januari. "Perbaikan di sektor hilir mencerminkan keseriusan perusahaan dalam menggarap pasar produk olahan," ujarnya.

Laporan laba rugi yang kurang bagus dari Shell kian memperkuat asumsi bahwa pasar energi dunia mulai memasuki masa jenuhnya. Kemarin British Petroleum PLC juga merilis laporan laba ruginya kepada publik untuk periode kuartal I 2014. Jumlah produksi perusahaan asal Inggris ini merosot 8.5% menjadi 2.13 juta barel minyak per hari, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tidak hanya itu, perusahaan juga memperkirakan produksi energi kuartal II akan lebih rendah lagi karena perusahaan sedang melakukan perawatan berkala pada kilang minyak di wilayah North Sea dan Teluk Meksiko. BP menyatakan laba operasional kuartal pertama, tanpa dihitung dengan faktor surplus atau defisit persediaan, adalah sebesar $3.23 miliar atau turun dibandingkan perolehan laba kuartal I 2013, $4.22 miliar. Sementara revenue berkurang dari $94.11 miliar menjadi $91.71 miliar dan laba bersih tercatat sebesar $3.53 miliar atau lebih sedikit dibandingkan capaian tahun lalu yang sebesar $16.86 miliar. Pun demikian, lonjakan profit tahun lalu lebih disebabkan oleh penjualan saham BP di TNK-BP senilai $12.5 miliar.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar