Sabtu, 22 Juli 2017

cfd  CFD

Laba YUM di China Merosot karena Boikot Anti-KFC

Kamis, 11 Juli 2013 11:05 WIB
Dibaca 435

Monexnews - Meskipun berjaya di banyak negara, penjualan Kentucky Fried Chicken (KFC), Taco Bell dan Pizza Hut di China kurang begitu bagus dalam satu tahun terakhir. Oleh karena itu, perusahaan induk ketiga jaringan restoran fast-food ini tidak terlalu kecewa kalau pemasukan kuartal II belum memuaskan.

Yum Brands (YUM) hari ini menyatakan bahwa net income triwulan II 2013 turun menjadi $281 juta atau minus 15% dibandingkan periode April-Juni tahun lalu. Khusus di China, angka penjualan per gerai anjlok 20% karena berbagai kendala terutama setelah periode negatif yang dialami oleh KFC. Walaupun laba perseroan turun, rasio penurunannya tidak separah ekspektasi pelaku pasar sehingga harga saham Yum menguat 0.9% pada sesi after-hours di New York semalam.

Perusahaan masih berjuang memulihkan nama baik pasca skandal keamanan produk dan kabar flu burung di China. Konsumen enggan untuk singgah dalam beberapa bulan terakhir karena isu itu belum sepenuhnya dilupakan oleh publik. Seperti diketahui, Yum sangat serius membidik China sebagai pangsa pasar masa depan yang mampu menghasilkan keuntungan besar. Keseriusan pihak direksi diimplementasikan dengan pembukaan 4200 restoran KFC dan 800 gerai Pizza Hut di negara perekonomian terbesar ke-dua dunia. KFC sendiri merupakan anak emas Yum karena kontribusi penjualannya adalah yang terbesar dibandingkan dua unit usaha lainnya di seluruh dunia. 

Konsumen mulai menjauhi restoran cepat saji KFC sejak tahun lalu, setelah pihak pengawas produk makanan China menemukan adanya kandungan antibiotik dan hormon yang berlebihan pada ayam-ayam yang dijual. Ayam potong yang terkontaminasi ini berasal dari dua supplier hewan utama KFC. Pelanggan di China langsung melakukan boikot produk-produk KFC sehingga angka penjualan konsisten menurun dalam 3 kuartal terakhir. Bukannya jera, Yum justru terus melakukan ekspansi agresif ke seluruh wilayah negeri tirai bambu dengan mengoperasikan 700 restoran baru di tahun 2013 saja. Perseroan percaya bahwa sentimen anti-KFC hanya berlangsung sesaat dan warga China akan kembali mengunjungi cabang-cabang produsen ayam goreng cepat saji terbesar dunia itu.

*Harga saham YUM Brands (YUM) ditutup pada level $72.36 pada sesi reguler hari Rabu (10/07), namun menguat sampai 0.9% di pasar after-hours ke posisi $73.00.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar