Rabu, 29 Maret 2017

cfd  CFD

Lenovo Bidik Laba Besar di Negara Berkembang

Selasa, 26 Agustus 2014 14:44 WIB
Dibaca 530

Monexnews - Ketatnya persaingan di pasar telepon pintar atau smartphone China mendorong beberapa perusahaan untuk mengalihkan target konsumennya ke negara berkembang. Salah satunya adalah Lenovo Group Ltd, yang berniat menembus pasar emerging market ketimbang hanya bergelut di wilayah Tiongkok. 

Laba bersih Lenovo untuk kuartal yang berakhir Juni lalu naik 23% dibandingkan periode yang sama 2013 atau melampaui target analis. Lonjakan keuntungan tercapai berkat bagusnya angka penjualan smartphone di Asia Tenggara, Eropa Timur dan Amerika Latin.

Tahun lalu, Lenovo sukses merebut posisi Hewlett-Packard Co sebagai produsen komputer pribadi (PC) terbesar dunia. Sekarang dengan bersenjatakan anak usaha baru, yakni handset Motorola Mobility, Lenovo menantang Samsung Electronics Co dan Apple Inc di pasar smartphone global.

Pengiriman smartphone Lenovo dalam kuartal ini naik lebih dari empat kali lipat ke wilayah di luar China. Dari jumlah tersebut, pengiriman ponsel ke Asia Tenggara naik nyaris empat kali lipat dan pengiriman ke Eropa Timur tumbuh enam kali lipat. “Wilayah-wilayah negara berkembang adalah pasar potensial kami. Kami berusaha lebih keras dengan mengerahkan sumber daya besar,” ujar Chief Executive Yang Yuanqing.

Produsen-produsen asal China seperti Lenovo dan Huawei Technologies Co, mulai mengancam dominasi Samsung dan Apple. Keduanya berani menjual handset Android dengan harga yang lebih terjangkau namun dilengkapi fitur teknologi canggih kepada konsumen. Alhasil, pertumbuhan industri telepon pintar kini lebih dipengaruhi oleh arus permintaan untuk model murah, terutama di negara berkembang seperti India, Brasil, dan Rusia.

Bagi Lenovo, penjualan PC masih berkontribusi hampir 80% terhadap total pendapatan usaha. Sedangkan di industri handset, Lenovo menempati peringkat ke-empat di daftar produsen smartphone teratas dunia. Pangsa pasarnya sekitar 5.5% jika dihitung berdasarkan volume pengiriman, sementara di belakangnya adalah Samsung dengan 25.2%, Apple dengan 12%, dan Huawei dengan 6,9% (data:IDC). Cemerlangnya bisnis smartphone membuat pendapatan Lenovo untuk kuartal ini naik 18% menjadi $10.4 miliar atau lebih besar dibandingkan setahun lalu di $8.79 miliar. Adapun laba bersihnya naik dari $174 juta menjadi $214 juta.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar