Jumat, 20 Oktober 2017

cfd  CFD

Luncurkan 'Classic', Blackberry Ingin Ulang Masa Kejayaan Bold

Kamis, 30 Oktober 2014 11:35 WIB
Dibaca 668

Monexnews - Perusahaan ponsel pintar Blackberry mencoba untuk tetap produktif menghasilkan smartphone baru di tengah pesatnya persaingan teknologi. Dengan mempertahankan desain lama atau old-school, perusahaan asal Kanada ini memperkenalkan Blackberry Classic kepada publik.

Blackberry Classic, yang diluncurkan hari Rabu kemarin, memiliki desain nyaris sama persis dengan produk Blackberry lawas yang pernah sukses di zamannya. Penampakannya identik dengan model Bold dan Curve, mulai dari bingkai, trackpad, tombol navigasi dan keyboard fisik. Kalaupun ada bagian yang tampil beda hanyalah ukuran layar yang lebih besar, sentuhan minim di beberapa detail dan penanaman sistem operasi Blackberry 10 yang jauh lebih cepat dan efektif dibandingkan Bold dan Curve.

"Kalau tidak rusak, maka jangan diperbaiki," ungkap CEO John Chen ketika ditanya awak media soal desain Classic. Chen seakan ingin konsumennya mengingat kembali masa-masa kejayaan Blackberry ketika dua ponsel andalannya, Bold dan Curve, menjadi trendsetter smartphone di seluruh dunia. Nama 'Classic' dirasa cukup tepat untuk merefleksikan keinginan John Chen.

Pihak Blackberry meyakini masih banyak orang yang menyukai produk mereka walaupun trend penggunaan ponsel beralih ke dua sistem operasi paling populer yakni iOS milik iPhone dan Android besutan Google. Perusahaan sempat mencoba untuk menduplikasi desain, teknologi dan tampilan luar dari ponsel-ponsel Android dan iOS, namun angka penjualannya tidak terlalu memuaskan. Oleh karena itulah, CEO John Chen akhirnya memutuskan untuk menjejali konsumen dengan ponsel canggih namun dengan tampilan klasik ala model-model andalan yang trend setengah dekade lalu.

Blackberry sebenarnya sudah punya dua produk andalan yang cukup disukai oleh konsumen yaitu Blackberry Passport dan seri Porsche P 9983. Keduanya dibanderol dengan harga yang cukup mahal sehingga biasanya hanya dimiliki oleh konsumen menengah ke atas. "Kami sadar bahwa seri Passport mampu merebut perhatian konsumen, namun di sisi lain kami juga melihat bahwa banyak orang masih memakai Bold-nya karena seri itu memang handal," tutup Chen seraya menjelaskan alasan di balik peluncuran Classic.

[Harga saham Blackberry Limited (NASDAQ:BBRY) ditutup pada posisi $10.51 atau melemah 1,31% pada sesi perdagangan hari Rabu (29/10).]

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar