Jumat, 24 Maret 2017

cfd  CFD

Lupakan Hong Kong, Alibaba Pilih AS sebagai Pelabuhan IPO

Senin, 17 Maret 2014 11:55 WIB
Dibaca 547

Monexnews - Raksasa bisnis online asal China, Alibaba, akhirnya memilih bursa saham Amerika Serikat sebagai pelabuhan initial public offering-nya (IPO) tahun ini. Kepastian tersebut diumumkan Minggu kemarin oleh pihak direksi sekaligus menjawab kelanjutan rencana penerbitan saham publik yang sudah mengapung sejak tahun lalu.

Meskipun tidak terlalu memiliki nama di Amerika Serikat, Alibaba otimis mampu menggalang dana segar $15 miliar dari IPO-nya nanti. Jumlah modal yang ditargetkan dari kocek investor tersebut hanya selisih sedikit dari skala IPO teknologi terbesar ke-3 dunia yang dipegang oleh Facebook ($16 miliar) tahun 2012 silam.

Setelah berbulan-bulan melakukan negosiasi dengan otoritas bursa Hong Kong serta operator bursa NYSE dan Nasdaq, Alibaba akhirnya memutuskan untuk memilih New York sebagai lokasi penerbitan saham perdana. Sejak pertengahan tahun lalu, pihak direksi sebenarnya lebih menyukai bursa Hong Kong namun rencana IPO di sana terbentur tata aturan yang berlaku. Alibaba terpaksa mengurungkan niatnya untuk melantai di Hong Kong karena skema organisasi bisnisnya tidak sejalan dengan prasyarat emiten bursa. Dalam sebuah tulisan di blog bulan Oktober 2013, co-founder sekaligus Executive Chairman Alibaba menyatakan bahwa wacana IPO di bursa saham terbesar ke-dua Asia sudah tertutup. "Kami memahami bahwa pengawas Hong Kong tidak ingin mengubah tradisi hanya karena satu perusahaan. Namun kami juga memiliki kebijakan sendiri dalam menyikapi perubahan trend," tulis Joe Tsai, salah satu sosok paling berpengaruh di industri transaksi elektronik China. Perusahaan kemudian mengalihkan perhatian ke bursa saham Amerika Serikat dengan cara berkonsultasi dengan NYSE dan Nasdaq, seraya tetap menjalin komunikasi dengan otoritas bursa Hong Kong dengan harapan pihak pengawas mau memodifikasi aturan. Tidak lama berselang, NYSE dan Nasdaq kemudian memberitahukan pihak Alibaba bahwa karakteristik kepemilikan usahanya tidak menyalahi aturan di bursa Amerika sehingga perusahaan dengan nilai aset mencapai 60 miliar itu dipersilakan untuk memilih operator mana yang dianggap paling sesuai.

Adapun perihal yang bertentangan dengan aturan bursa Hong Kong yakni terkait dengan struktur kepemilikan Alibaba yang kurang lazim. Di dalam struktur itu, para pendiri perusahaan memiliki akses untuk mengambil kebijakan strategis demi kesinambungan bisnis dan berwenang menentukan arah perusahaan tanpa pengaruh dari fluktuasi pasar modal secara keseluruhan. Dengan menentukan kebijakan secara mandiri, Alibaba meyakini bahwa kepentingan konsumen dan pemegang saham lebih terjaga. Pihak pengawas Hong Kong menolak garis kebijakan Alibaba, yang memperbolehkan pendiri Jack Ma dan 27 eksekutif lainnya menentukan komposisi dewan direksi meskipun mereka hanya menguasai sekitar 10% dari total saham perseroan. Poin itulah yang tidak sejalan dengan prasyarat emiten bursa Hong Kong.

Dengan memilih Amerika sebagai lokasi IPO, perusahaan optimis dapat memperkenalkan nama besarnya ke belahan dunia lain. Alibaba sendiri belum menentukan tanggal pengajuan dokumen pendaftaran, tanggal IPO, underwriter dan operator penyelenggara. "Kami tidak memiliki target waktu dan belum memiliki underwriter," demikian pernyataan resminya kepada media.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar