Selasa, 26 September 2017

cfd  CFD

Masalah Uang Diklaim jadi Biang Kegagalan Merjer Pfizer-AstraZeneca

Selasa, 27 Mei 2014 11:29 WIB
Dibaca 566

Monexnews - Pfizer harus mengurungkan niatnya untuk memiliki perusahaan farmasi, AstraZeneca. Sodoran uang $120 miliar dianggap tidak cukup untuk mengambilalih produsen obat asal Britania itu.

Dalam pernyataannya, pihak direksi Pfizer tidak bisa menyembunyikan kekecewaan karena gagal membeli AstraZeneca. "Kami percaya bahwa tawaran final kami sudah sesuai dengan nilai fair AstraZeneca," kilah CEO Pfizer, Ian Read, dalam pernyataan resminya semalam. Produsen Viagra itu meyakini bahwa tawaran 55 Poundsterling per saham (45% tunai) dengan total transaksi mencapai $120 miliar adalah angka yang pas bagi pemegang saham AstraZeneca. Terlebih lagi, jumlah itu sudah lebih tinggi dibandingkan angka penawaran sebelumnya, yakni di harga 53.50 Poundsterling per saham. Sayangnya, pihak direksi AstraZeneca menganggap penawaran itu belum mencerminkan nilai riil perusahaan.

Sebagian besar pemegang saham konon lebih menyukai kalau AstraZeneca berkembang secara mandiri melalui investasi pada proyek pengobatan kanker, infeksi pernapasan dan diabetes. Namun ada pula pengamat yang menilai bahwa kegagalan akuisisi oleh Pfizer hanya disebabkan oleh kecilnya angka penawaran. Perbedaan sekitar 7% antara harga penawaran Pfizer (55 Poundsterling per saham) dan batas terendah versi AstraZeneca (58.85 Poundsterling per saham) diklaim menjadi alasan bagi direksi untuk menolak pinangan Pfizer. Seandainya perusahaan asal Amerika itu mau memenuhi batas terendah harga yang ditetapkan, peluang kesuksesan akuisisi lebih terbuka lebar.

Selama satu bulan terakhir, rencana Pfizer untuk mengambilalih bisnis AstraZeneca membuat posisi pemerintah Inggris serba dilematis. Di satu sisi, akuisisi sejalan dengan cetak biru kampanye penggenjotan investasi asing ala Perdana Menteri David Cameron. Sayangnya di sisi lain, penjualan AstraZeneca bisa berdampak pada berkurangnya lapangan kerja di Inggris apabila nanti Pfizer menguasai kepemilikannya.

Terlepas dari alotnya penawaran dalam rencana takeover, pemerintah menaruh perhatian besar kepada dua pihak yang terlibat. Perdana Menteri Cameron bahkan sampai harus berbicara langsung dengan Chairman AstraZeneca, Leif Johansson, guna membahas untung rugi dari penjualan perusahaan obat terbesar nasional itu. Sementara di tempat terpisah, Menteri Keuangan George Osbourne bertemu dengan CEO Pfizer, Ian Read, untuk mengetahui visi bisnisnya terhadap AstraZeneca. Read menyempatkan diri untuk menulis surat kepada pemerintah pusat yang berisi tentang visi dan rencananya untuk memajukan perusahaan. Berbagai komitmen ia utarakan dalam surat tersebut, termasuk memastikan kalau minimal 20% pegawai divisi riset dan pengembangan tetap akan dipekerjakan di Inggris. Kini setelah proses negosiasi gugur, semua pihak yang berkepentingan harus kembali fokus pada urusannya masing-masing.

[Harga saham Pfizer ditutup pada posisi $29.49 atau melemah 0.57% pada sesi perdagangan hari Senin (26/05).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar