Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

cfd  CFD

Mencoba Akrab, JP Morgan Justru Di-bully di Media Sosial

Jumat, 15 November 2013 14:35 WIB
Dibaca 686

Monexnews - Tidak semua perusahaan punya cerita sukses dalam penggunaan media sosial untuk meraih simpati publik. Banyak korporasi memang berhasil memakai dunia maya sebagai sarana mendekatkan diri kepada masyarakat umum, namun sepertinya cara ini kurang sesuai bagi perusahaan sektor keuangan dan bank investasi Amerika Serikat.

JP Morgan Chase mencoba komunikasi viral dengan followers-nya di media sosial Twitter pada hari Rabu malam waktu New York. Dalam tweet-nya pukul 23.16 malam, akun @JPMorgan memberitahukan bahwa pejabat senior Jimmy Lee akan mengambil kendali akun Twitter pada hari Kamis, 14 November selama satu jam. Seluruh followers dipersilakan untuk mulai memberikan pertanyaan via tweet dengan memakai tagar #AskJPM dan pertanyaan terbaik akan dijawab langsung oleh Lee.

Berikut ini adalah isi kicauan @JPMorgan kala itu:

"Besok pada pukul 1 siang, Wakil Presiden Jimmy Lee akan memegang akun ini untuk menjawab pertanyaan anda selama satu jam. Silakan berikan pertanyaan untuknya dengan memakai tagar #AskJPM."

Mungkin pihak humas berpikir tidak akan ada sesuatu yang buruk dari rencana ini. Sayangnya harapan untuk lebih dekat kepada publik langsung sirna karena respon para followers sangat tidak diduga. Pertanyaan memang datang silih berganti ke akun @JPMorgan sesuai perkiraan, namun sebagian besar tweet justru berisi hujatan, sindiran hingga makian kepada salah satu perusahaan bank terbesar Amerika itu. Publik sepertinya masih memendam kebencian terhadap perusahaan yang telah terbukti ikut berperan dalam krisis keuangan 6 tahun silam. Akibat ulah JP Morgan dan kolega bisnisnya, warga Amerika dipaksa mengalami fase perekonomian paling berat dalam sejarah, dan mereka belum sepenuhnya bisa hidup normal pasca resesi. JP Morgan terbukti turut berperan dalam transaksi ilegal produk kredit perumahan yang menyebabkan seluruh sendi ekonomi terganggu di tahun 2007-2008. Lebih dari itu, bisnis perusahaan seakan tidak pernah bisa lepas dari kasus penipuan, skandal dan sidang-sidang gugatan dari pihak yang merasa dirugikan. Berikut ini adalah beberapa tweet pertanyaan dari beberapa follower, yang pada akhirnya tidak pernah dijawab oleh Jimmy Lee:

 

"Apakah CEO Jamie Dimon memakan bayi secara mentah? Atau setengah matang?"

Akun @talking_monkeys meng-analogikan Dimon sebagai kanibal karena telah membuat sengsara warga Amerika.

 

"Berapa banyak orang yang anda hancurkan hidupnya sebelum bisa merasa sukses?"

Akun @amy10506 dengan sinis mengungkapkan kebencian atas kelalaian bisnis JP Morgan di masa lalu.

 

"Saya sedang menghadapi kasus penipuan kredit rumah, manipulasi pasar, kejahatan kartu kredit dan skandal libor. Apakah usaha saya sudah ter-diversifikasi?"

Akun @ReformedBroker mengkritisi banyaknya konsep bisnis bermasalah yang ditangani oleh JP Morgan. Seperti diketahui, perusahaan memang tidak pernah sepi dari pemberitaan media karena gugatan hukum yang diterimanya.

 

"Seberapa cepat anda menerima pernyataan dari bank sentral?"

Akun @Stalingrad_Poor menyindir betapa JP Morgan seakan tahu apa kebijakan yang belum dikeluarkan oleh Federal Reserve meskipun belum diumumkan. Dalam beberapa isu, perusahaan memang diuntungkan oleh pengambilan posisi lebih dini dibandingkan pelaku pasar lainnya, terutama pasca pengumuman kebijakan sensitif.

 

"Apakah anda akan mengeluarkan produk baru? Misalnya menjual surat hutang berbasis kembang gula kepada anak-anak kecil, namun merahasiakan betapa sedikit coklat yang ada di dalamnya."

Sekali lagu, muncul kicauan sinis dari akun @ddayen terkait kualitas produk obligasi perumahan yang dipasarkan oleh JP Morgan setengah dekade lalu.

 

Di atas adalah sebagian kecil pertanyaan yang terlontar dari akun follower @JPMorgan pada hari Rabu malam hingga Kamis pagi. Menyikapi buruknya respon yang muncul, administrator akun langsung mengetik pemberitahuan tentang pembatalan rencana tanya jawab antara Jimmy Lee dan followers @JPMorgan.

"Sesi tanya jawab di Twitter besok dibatalkan. Ternyata itu sebuah ide buruk. Kami akan kembali beraktivitas."


Demikian pengumuman yang ditulis pada Kamis pagi pukul 7.29 atau hanya setengah hari pasca ajakan tanya jawab dipublikasikan. Mungkin tim humas JP Morgan terlalu bersikap naif dalam mengelola akun media sosialnya. Pasalnya, orang-orang yang menjadi follower di Twitter belum tentu teman atau penggemar. Untuk beberapa akun, mayoritas pengikut justru adalah pembenci atau non-simpatisan yang memang menunggu celah untuk menghajar pemilik akun di media sosial.

 

*Harga saham JP Morgan Chase & Co ditutup pada posisi $54.40 atau naik setengah persen pada sesi perdagangan Kamis (14/11)

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar