Senin, 23 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

cfd  CFD

Merugi Lagi, Sprint Segera PHK 20 ribu Karyawan

Selasa, 4 November 2014 11:34 WIB
Dibaca 465

Monexnews - Tidak ada satupun sektor industri yang selalul steril dari risiko kerugian. Demikian pula dengan bisnis telekomunikasi, yang selama ini dianggap sebagai lahan keuntungan tanpa batas.

Salah satu operator ponsel terbesar di Amerika Serikat, Sprint, terpaksa mengurangi jumlah karyawannya sebanyak 20.000 orang karena tidak mampu lagi menanggung beban operasional. Pasalnya perusahaan ini kembali mengalami kerugian besar dalam laporan keuangan kuartal III-nya, mencapai 19 sen Dollar per saham.

Sprint kehilangan 272.000 pelanggan dan potensi penghasilan $192 juta selama 3 bulan terakhir. Pihak direksi berdalih kalau kinerja buruk disebabkan karena perusahaan sedang dalam masa 'transisi'. "Perusahaan terus mengalami cobaan. Namun kami sudah menjalankan rencana pertama kami dan harus menerima hasil (keuangan) ini," ujar CEO Marcelo Claure dalam jumpa pers. Saham Sprint sendiri langsung anjlok 7,90% pada sesi after-hours di bursa New York.

Sprint sudah mengalami periode sulit dalam beberapa kuartal terakhir karena kalah bersaing di bisnis telekomunikasi dengan operator lain. Perusahaan kemudian merekrut Marcelo Claure di bulan Agustus 2014 untuk menahkodai lini operasional. Tadinya investor berharap Sprint jadi diakuisisi oleh T-Mobile di pertengahan tahun. Sayangnya kesepakatan merjer terganjal oleh aturan persaingan usaha di Amerika. Pemerintah menilai kolaborasi antara keduanya bisa memicu monopoli bisnis dan mengancam pertumbuhan dua perusahaan kompetitor lain yakni Verizon dan AT&T.

Gagal bergabung dengan T-Mobile, kinerja Sprint justru semakin terpuruk. Dalam penggunaan teknologi 4G, kualitas layanan Sprint jauh di bawah pesaingnya. Bahkan perusahaan ini dicap sebagai operator seluler terburuk di Amerika oleh Consumer Reports tahun lalu. Predikat tersebut dibarengi dengan berkurangnya jumlah pelanggan dan pemasukan dari bisnis utama. Pihak direksi belum menjelaskan periode pengurangan karyawan dan mekanisme kompensasi yang akan dilakukan, namun kebijakan PHK kemungkinan dimulai tahun depan.


[Harga saham Sprint ditutup pada posisi $6.20 atau menguat 4,55% pada sesi perdagangan reguler hari Senin (03/11). Namun sesaat setelah pengumuman laba rugi, harganya anjlok 7,90% di sesi after-hours.]

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar