Senin, 29 Mei 2017

cfd  CFD

Meski Sukses, Sony Belum Balik Modal dari Penayangan Film Kontroversial

Rabu, 7 Januari 2015 10:21 WIB
Dibaca 607

Monexnews - The Interview resmi menjadi film online buatan Sony terlaris dalam sejarah. Walaupun masa pemutarannya via internet belum selesai, komedi kontroversial ini sudah mampu mendulang pemasukan $31 juta atau nyaris Rp400 miliar.

"The Interview adalah film online Sony Pictures terlaris dalam sejarah," demikian pernyataan resmi Sony dalam press release-nya. Jumlah penghasilan $31 juta didapat dari 4,3 juta penyewaan dan pembelian yang dilakukan oleh pengguna dunia maya di seluruh dunia. Sementara pendapatan dari penayangan di bioskop-bioskop kecil juga sudah mencapai klimaks, dengan laporan pemasukan terakhir mencapai sekitar $5 juta.

Masih ada kemungkinan Sony meraup keuntungan ekstra dari rencana distribusi film The Interview ke beberapa jaringan bioskop besar. Sinyal jelas ke arah sana sebenarnya belum terlalu jelas karena Presiden Barack Obama sendiri sudah mengutarakan kekhawatiran kalau penayangannya secara umum akan menimbulkan ancaman teror. Pihak Sony sendiri belum balik modal dari penjualan online karena menurut laporan media, jumlah uang dikeluarkan untuk proses produksinya sendiri mencapai $44 juta.

Kontroversi The Interview

Meski tidak tayang di bioskop besar, film kontroversial 'The Interview' sukses menghasilkan untung besar bagi rumah produksi Sony Pictures. Hanya dalam 4 hari sejak peluncuran, film yang dibintangi aktor James Franco dan Seth Rogen ini berhasil mencetak uang $15 juta atau Rp187 miliar.

The Interview sendiri sebenarnya juga ditayangkan di 331 bioskop independen seluruh Amerika Serikat, namun angka pemasukan yang didapat theater-theater tersebut jauh lebih kecil ketimbang penayangan di internet.

Terlepas dari penghasilan fantastis yang diterima Sony, pemasukan dari The Interview seharusnya bisa lebih besar jika mengacu pada rencana awal penayangannya di 2000-3000 bioskop besar. Sayangnya alasan keamanan tidak memungkinkan film ini diluncurkan seperti film-film biasa. Bermodalkan dukungan bioskop-bioskop kecil dan situs video Youtube, akhirnya The Interview bisa tetap dinikmati oleh warga Amerika. Konon beberapa bioskop besar mulai tergoda untuk memutar film ini karena tingginya animo konsumen. Namun untuk sementara waktu, penonton harus puas mengunduh atau menyewanya via Youtube, website Sony dan xBox video store.

Seperti diketahui, Sony membuat film The Interview dengan mengambil konsep komedi tentang diktator Korea Utara, Kim Jong-un. Film yang menghabiskan biaya sekitar $44 juta ini memicu perang cyber antara Amerika Serikat dan Korea Utara karena isinya dianggap menyinggung pemerintah Pyongyang.

Kelompok hacker yang diduga berasal dari Korea Utara beberapa hari lalu meretas sistem keamanan Sony dan sukses mencuri data-data penting perusahaan. Meski dibantah keras oleh pihak Korea Utara, media Amerika berspekulasi bahwa aksi hacking memang sengaja dilakukan jelang launching film The Interview.

Peluncuran film tersebut akhirnya dibatalkan di bioskop pada hari Natal kemarin. Kebijakan itu diambil Sony karena sudah ada ancaman serangan cyber kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pemutaran film, termasuk pengelola bioskop. Pada akhirnya, Sony memutuskan untuk meluncurkan The Interview dalam format streaming dengan merangkul perusahaan-perusahaan semacam Google dan Microsoft. Calon penonton yang ingin menyaksikan film kontroversial ini bisa melakukan streaming dengan sistem berbayar, baik untuk sekali nonton maupun download.

[Saham Sony Corp (NYSE:SNE) berakhir pada level $20.24 atau melemah 0,05% pada sesi perdagangan hari Selasa (06/01).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar