Jumat, 24 Maret 2017

cfd  CFD

Microsoft Cari Pengganti untuk Posisi yang Ditinggalkan CEO Baru

Rabu, 5 Februari 2014 11:32 WIB
Dibaca 488

Monexnews - Satya Nadella akhirnya terpilih sebagai CEO baru perusahaan piranti lunak terbesar dunia, Microsoft. Untuk penggantinya di divisi server dan enterprise, perusahaan juga sudah menunjuk suksesornya, yang tak lain adalah orang dalam perusahaan.

Bukan suatu pilihan mudah untuk mencari pengganti Nadella di posisi strategis bagian server. Oleh karena itulah Microsoft memerintahkan pakar teknologi dari kalangan internal yaitu Scott Guthrie, untuk menduduki posisi interim (sementara) sampai pihak direksi merundingkan opsi lain. Dengan mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Nadella, Guthrie tidak akan kehilangan jabatan Corporate Vice President dalam hierarki organisasi. Selama menjadi bos divisi server, Guthrie akan melapor langsung kepada Nadella sehingga proses transisi kepemimpinan diharapkan berjalan mulus. Microsoft juga membuka kemungkinan untuk menempatkan Guthrie dalam posisi permanen apabila kinerjanya memang memuaskan.

Scott Guthrie merupakan Kepala Tim Azure Application Platform yang berada di bawah divisi platform bisnis Microsoft. Sejak 2011, ia memimpin kerjasama antara pihak perusahaan dan developer serta membangun tools berbasis open source untuk kemudian dimasukkan ke dalam produk-produk software Microsoft.

Seperti diberitakan sebelumnya, Microsoft mengumumkan Satya Nadella sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru, menggantikan Steve Ballmer. Nadella, yang merupakan pionir 'cloud computing services' di Microsoft, langsung menyatakan komitmennya untuk menghilangakan segala kendala dalam proses inovasi produk di masa depan. Bos besar perusahaan, Bill Gates, juga diubah posisinya dari Pimpinan Dewan Direksi menjadi penasihat dewan direksi.

Sesungguhnya Satya Nadella merupakan underdog dalam kontestasi CEO Microsoft yang sudah bergulir sejak tahun lalu. Namun peluangnya langsung terbuka setelah salah satu kandidat yakni CEO Ford, Alan Mullaly, menolak pencalonan dirinya awal Januari silam. Alan Mullaly memang tidak menjelaskan secara rinci tentang keberatan dirinya untuk masuk dalam bursa CEO Microsoft. Namun pelaku pasar dan pengamat teknologi berspekulasi kalau ia khawatir dengan dinamika kepemimpinan di perusahaan software itu. Keputusan Mullaly untuk menarik diri dari bursa pencalonan CEO Microsoft cukup mengecewakan investor, yang sejak lama menginginkan adanya sosok senior di Microsoft. Pasca pernyataan Mulally di hadapan publik, harga saham Microsoft merosot 1.8% ke posisi $35.76 di sesi Rabu, 8 Januari 2014. 

Sementara Nadella masuk bursa pencalonan bersama kandidat lain dari internal perusahaan seperti Paul Maritz, Stephen Elop dan bos Skype, Tony Bates. Adapun sosok lain yang tadinya diunggulkan menjadi pengganti Ballmer adalah bos Qualcomm, Steve Mollenkopf. Namun seiring berjalannya proses seleksi, namanya juga bisa dikesampingkan untuk saat ini.

[Harga saham Microsoft (NASDAQ:MSFT) ditutup pada posisi $36.35 atau melemah 0.36% pada sesi perdagangan semalam (04/02). Investor memang tidak terlalu antusias merespon penunjukan Nadella karena berharap sosok dari luar perusahaan yang mampu mendorong inovasi baru.]

(dim)




 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar