Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

cfd  CFD

Microsoft 'Dihukum' Pemegang Sahamnya

Rabu, 28 Januari 2015 11:06 WIB
Dibaca 559

Monexnews - Nilai perusahaan Microsoft di pasar modal berkurang $35 miliar dalam satu hari setelah investor di Wall Street melakukan aksi jual saham produsen software terbesar dunia ini. Selain takut dengan prospek pendapatan usaha, pemegang saham juga ragu apakah CEO Satya Nadella dan kolega mampu mengatasi berbagai persoalan.

Harga saham Microsoft sudah menguat sebanyak 30% dalam 12 bulan terakhir ke posisi tertingginya sejak 15 tahun lalu. Namun semalam pergerakannya diganjal aksi jual fundamental. Saham Microsoft terkoreksi 9,25% ke $42.66 sekaligus menandai penurunan harian terbesar selama masa jabatan Satya Nadella. Bukan hanya tidak senang dengan laporan laba rugi, investor juga mempermasalahkan buruknya angka penjualan di industri komputer. Sejak masa kejayaan Windows XP berakhir, belanja software perusahaan-perusahaan dunia justru berkurang. Kombinasi antara benturan kebijakan di China, kelesuan bisnis Jepang dan semakin mahalnya kurs Dollar di luar negeri membuat konsumen menahan diri untuk membeli piranti lunak.

Tidak hanya itu, perluasan bisnis Microsoft ke industri mobile juga terbilang lambat. Perusahaan yang didirikan oleh miliarder Bill Gates tersebut memang meluncurkan produk Office untuk gasget iPad, namun belum ada gebrakan baru untuk menguasai bisnis Cloud. Kalaupun sudah mengalihkan beberapa aplikasi ke komputasi Cloud, Microsoft gagal meyakinkan investor bahwa mereka mampu menghasilkan uang dari sektor itu. Sampai sekarang, pengalihan aplikasi Office dari software ter-install ke versi online yang dinamai Office 365 belum menunjukkan dampak ke neraca keuangan.

Meskipun pihak direksi mengumumkan angka pendapatannya, investor tidak menjelaskan dari mana saja laba masuk berasal. Oleh karena itulah sebagian pemegang saham mencurigai kalau sesungguhnya Microsoft belum mampu mengeruk keuntungan dari bisnis Cloud. Buruknya, ketika pelaku pasar tidak mempercayai suatu perusahaan, maka mereka selalu memikirkan kemungkinan terburuk. Aksi jual di Wall Street menjadi respon terhadap kegagalan Microsoft memberi garansi kepada para pemilik sahamnya.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar