Jumat, 26 Mei 2017

breaking-news Klaim Pengangguran AS naik ke 234K pekan lalu,sebelumnya 232K, perkiraan 238K

cfd  CFD

Microsoft Klaim Ponsel Barunya 'Termurah di Dunia'

Selasa, 6 Januari 2015 11:26 WIB
Dibaca 678

Monexnews - Microsoft menggebrak pasar seluler dengan mengeluarkan produk yang diklaim sebagai ponsel internet termurah di dunia. Bersama dengan mitra utamanya, Nokia, perusahaan software terbesar sejagad ini merilis Nokia 215 yang hanya dibanderol $29 atau sekitar Rp365 ribu.

Sebenarnya seri 2015 bukanlah produk termurah dalam sejarah bisnis Nokia. Tahun lalu perusahaan asal Finlandia ini melepas seri 105 yang hanya seharga $20 per unit. Namun karena Nokia 215 mempunyai kamera dan konektivitas internet, maka Microsoft sebagai produsen software berani mengklaim produknya sebagai smartphone termurah yang pernah dibuat.

Meski harganya terjangkau, Nokia 215 'menggendong' beberapa aplikasi bawaan yang lazim ada pada ponsel-ponsel cerdas lain seperti Opera Mini, Ming, MSN Weather, Twitter dan Facebook. Aplikasi chat Facebook Messenger juga ada tidak ketinggalan dimasukkan ke dalamnya. Namun dengan alasan strategi dagang, Nokia 215 baru akan rilis di Timur Tengah, Afrika, Asia dan Eropa pada kuartal perdana tahun ini. Microsoft dan Nokia terlihat belum terlalu yakin kalau ponsel barunya akan laku di pasar Amerika.

Dalam pernyataan resminya, Microsoft kembali menegaskan misinya untuk memasyarakatkan internet ke semua lapisan konsumen. "Dengan adanya ponsel yang sangat terjangkau dan layanan digital, kami melihat peluang untuk membangun koneksi antara masyarakat dan internet untuk pertama kalinya," ujar Jo Harlow, Vice President Microsoft Devices Group.

Nokia 215 tersedia dalam 3 warna hijau terang, hitam dan putih. Dalam posisi stand-by, ponsel ini mampu bertahan selama 29 jam atau sangat sesuai dengan kebutuhan konsumen di negara berkembang yang akses listriknya tidak sehandal negara maju. Selain Microsoft, produsen lain semacam Samsung juga sedang berlomba membuat ponsel murah ber-internet bagi konsumen negara berkembang. Mereka ingin menggodok potensi pemasukan baru dari wilayah lain karena pasar smartphone utama seperti Amerika dan Eropa mulai lesu.

[Harga saham Microsoft Corporation (NASDAQ:MSFT) ditutup melemah 0,9% pada sesi reguler hari Senin (05/01) di bursa New York.]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar