Minggu, 22 Oktober 2017

cfd  CFD

Naik 30%, Debut Saham GoPro Berjalan Sukses

Jumat, 27 Juni 2014 12:22 WIB
Dibaca 578

Monexnews -  Booming saham teknologi di Wall Street sepertinya belum berakhir sampai dengan paruh pertama 2014. Fakta ini tercermin dari lonjakan saham emiten terbaru, GoPro, yang harganya meroket 30% saat debut semalam.

GoPro sukses menjalani debut di lantai bursa setelah harga sahamnya naik sekitar 30% dari level pembukaan $24 menjadi $31.34. Serupa dengan Twitter dan Facebook, kiprah produsen kamera canggih ini disambut baik oleh pelaku pasar saham Amerika. Menargetkan modal baru sebesar $425 juta, GoPro akhirnya mencatat kapitalisasi pasar nyaris mencapai $3 miliar dari pelepasan 123 juta sahamnya.

Seperti diberitakan kemarin, GoPro menjual saham perdananya ke publik dengan kawalan tiga perusahaan underwriter yakni JP Morgan Chase, Citigroup dan Barclays. Di bawah simbol GPRO, GoPro mematok harga sahamnya pada batas atas $24 dari kisaran target harga antara $21 dan $24. Operator yang dipilih sebagai indeks transaksi yakni NASDAQ, yang memang dikenal sebagai tempat bernaungnya saham-saham teknologi.

GoPro merupakan merek yang sedang naik daun di Amerika belakangan ini. Bukan hanya karena inovatif, produknya (terutama kamera outdoor) dikenal memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan produk sejenis di pasaran. Kamera buatan GoPro yang dinamai HERO3 bahkan menguasai 45% pasar camcorder di Amerika dan menjadi alat untuk merekam 32 juta video di Youtube dalam setahun terakhir.

GoPro merupakan produsen kamera yang dirancang khusus untuk keleluasaan gerak penggunanya. Kamera buatan GoPro bisa dipakai pada beberapa bagian tubuh seperti kepala dan lengan karena konsepnya memang 'wearable'. Pengguna kamera ini biasanya adalah kalangan olahragawan dan penyuka aktivitas ekstrim, yang memang membutuhkan kamera berkualitas namun tidak ingin ruang geraknya terbatas. CEO dan pendiri GoPro, Nick Woodman, menyebut perusahaannya meraup pemasukan $500 juta di tahun 2012 dan angka penjualan diharapkan bisa meningkat beberapa kali lipat dalam satu atau dua tahun ke depan. Melalui penjualan saham ke publik, produsen kamera 'wearable' ini berharap mampu memperoleh suntikan modal sekitar $425 juta.

Walaupun belum berhasil memperoleh omset sampai $1 miliar sampai dengan tahun lalu, GoPro tetap berhak mengajukan proposal IPO kepada SEC di bawah aturan Jumpstart Our Business Startups Act atau JOBS ACT. Undang-undang ini mengatur izin IPO penjualan saham bagi calon emiten yang jumlah pemasukannya belum memenuhi aturan standar bursa.

[Harga saham GoPro (NASDAQ:GPRO) ditutup pada level $31.34 setelah memulai IPO dari posisi $24 semalam (Kamis 26/06).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar