Sabtu, 27 Mei 2017

cfd  CFD

Netflix Ingin Pelopori Premier Film di Internet

Selasa, 29 Oktober 2013 11:34 WIB
Dibaca 432

Monexnews - Bisnis media internet via streaming memang menggiurkan. Tingginya volume pengguna layanan data di seluruh dunia memungkinkan perusahaan start-up untuk menambah pundi-pundi keuntungannya. Berbagai cara dilakukan, termasuk mencoba untuk melakukan apa yang sebelumnya tidak bisa dilakukan.

Netflix adalah salah satu simbol kesuksesan sebuah perusahaan media berbasis internet. Setelah masuk ke bursa, situs streaming ini makin giat memperluas jangkauan bisnisnya antara lain dengan membuat tv show sendiri, acara dokumenter hingga stand up comedy. Netflix kini tidak hanya dikenal sebagai portal hiburan, namun menjelma jadi sebuah rumah produksi program hiburan.

Setelah sukses dengan sederet programnya, pihak direksi kini melontarkan gagasan baru yakni menyajikan tayangan film Hollywood di internet. Ide ini menjadi tidak biasa karena Netflix menginginkan supaya pelanggannya bisa menikmati film tepat di saat film itu pertama kali diputar di bioskop! Terbilang mustahil namun patut dicoba.

Dalam konferensi pers pasca pengumuman laporan keuangan pekan lalu, pimpinan Netflix, Ted Sarandos mengutarakan niatnya untuk masuk ke bisnis tayangan film. Walaupun belum memiliki strategi final untuk mewujudkan mimpinya, Sarandos mengaku berpikir keras untuk maju ke arah sana. Dalam peraturan distribusi film Hollywood (dan kebanyakan negara), sistem pemutaran film sudah baku. Film pertama kali diputar di bioskop, kemudian baru boleh dikeluarkan dalam bentuk DVD dan baru bisa diputar di TV berbayar (termasuk media internet seperti Netflix).

Untuk menyiasati hal itu, Netflix membuka opsi untuk menjadi distributor tangan pertama. Dengan begitu maka mereka bisa menayangkan film kapanpun tanpa harus menunggu pemutarannya lebih dulu di bioskop. Kalau Sarandos dan kolega bisa memuluskan rencananya, maka dunia perfilman sudah melalui proses transisi besar. Adanya distributor khusus untuk internet dan media digital merupakan suatu terobosan baru, yang di sisi lain juga bisa mengganggu pemasukan pelaku bisnis lainnya.

Wacana penayangan film bersamaan dengan premier di bioskop memang menarik, namun kendalanya juga sangat banyak. Penolakan pertama pasti diutarakan oleh pengusaha bioskop, yang potensi keuntungannya selama ini telah tergerus oleh media sosial, pembajakan hingga produk DVD. Mereka tentu tidak ingin jika marjin keuntungan yang sudah kecil makin berkurang akibat perpindahan penonton dari layar bioskop ke monitor PC atau bahkan layar ponsel. Apabila memang Netflix ngotot mewujudkan mimpinya, maka mereka tidak hanya harus mengubah aturan baku namun juga mengubah bisnis inti menjadi media streaming dan distributor film digital.


*Harga saham Netflix (NASDAQ:NFLX) ditutup pada posisi $314.00 atau melemah 4.3% (sesi Senin 28/10).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar