Selasa, 24 Oktober 2017

cfd  CFD

Nokia Masih Melaba dari Penjualan Ponsel Murah

Selasa, 2 Juli 2013 11:09 WIB
Dibaca 442

Monexnews - Tidak banyak produsen ponsel yang membidik pasar low-end di tengah geliat trend digital. Namun Nokia seakan enggan untuk berhenti memproduksi handset murah, yang hanya bisa dipakai untuk telepon dan SMS.

Banyak pengamat teknologi memandang sinis peluncuran ponsel Nokia 105 yang hanya dibanderol $20 atau kurang dari 200 ribu Rupiah per unit. Padahal khalayak tidak mengetahui bahwa sesungguhnya jenis handset minimalis mampu menghasilkan laba signifikan bagi pihak produsen asal Finlandia tersebut.

Nokia 105 masuk dalam golongan basic-phone atau ponsel yang hanya memuat fitur dasar telepon dan SMS. Meskipun dilengkapi oleh layar warna, ponsel jenis ini tentu bukanlah magnet bagi konsumen yang melek teknologi karena ketiadaan fitur menarik bahkan kamera sekalipun. Namun di balik strategi konservatif itu, terkuak fakta mengejutkan bahwa Nokia meraup untung sebesar $5.80 dari setiap penjualan varian 105 atau setara marjin laba 30% (sumber: IHS Analysis). Artinya, biaya produksi dan bahan baku untuk pembuatannya hanyalah sebesar $14.20 per unit.

Jika ditarik satu dasawarsa ke belakang, varian Nokia 1110 sudah memiliki fitur yang serupa dengan 105 saat ini. Namun biaya produksinya tiga kali lipat lebih mahal dibanding pembuatan ponsel sejenis di tahun 2013. Dari sini bisa dilihat betapa biaya produksi ponsel sebenarnya turun dari tahun ke tahun, namun justru tidak diimbangi oleh penurunan harga handset di pasaran. Jika dikomparasi ke level produk yang lebih mapan, marjin keuntungan dari penjualan Nokia 105 adalah 68% lebih kecil dibandingkan laba yang didapat oleh Apple dari penjualan per unit iPhone 5. Namun perbedaan rasio laba itu bisa dipahami karena harga smartphone terlaris di Amerika ini 30 kali lipat lebih mahal dibanding 105.

Tentu ada alasan mengapa Nokia masih bersikukuh memproduksi ponsel minimalis berharga murah seperti 105. Di beberapa wilayah, varian ponsel hemat baterai masih sangat laris. Di Afrika, India dan Amerika latin, ponsel dengan waktu bicara 12.5 jam dan standby mencapai 35 jam ini diburu konsumen karena daya listrik sangat terbatas. Bahkan pada faktanya, penjualan ponsel kategori murah berkontribusi 90% terhadap total pengapalan Nokia sepanjang tahun 2012 lalu.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar