Sabtu, 22 Juli 2017

cfd  CFD

Office 365 Jadi Pertaruhan Strategi Harga Microsoft

Jumat, 14 Maret 2014 11:51 WIB
Dibaca 742

Monexnews -  Hingga tahun 2000-an, aplikasi Office buatan Microsoft seakan menjadi bagian tidak terpisahkan dari aktivitas bisnis pengguna komputer dunia. Namun di tengah pesatnya kemunculan aplikasi dan sistem operasi pesaing, Office semakin kehilangan basis konsumennya.

Alasan itu menjadi motif di balik peluncuran Microsoft Office versi personal terbaru pekan ini. Secara konten, mungkin tidak ada bagian yang berubah banyak dibandingkan paket Office full-version. Namun dari sisi harga, nilai jualnya diklaim cukup terjangkau bagi individu pelaku bisnis dan pegawai kantoran.

Office 365 personal dibanderol $70 atau setara Rp800 ribu untuk instalasi di satu unit komputer atau tablet per tahun. Bagi mereka yang tidak memakai aplikasi Office setiap hari, mereka bisa menggunakan sistem langganan dengan harga $7 per bulan.

Office 365 full-version, yang diluncurkan bulan Januari tahun lalu, memang menawarkan banyak keunggulan dari segi harga kepada penggunanya. Selain bisa dibeli dengan harga lebih murah, update versi terbaru juga bisa dilakukan secara gratis. Meskipun angka penjualan terbilang menjanjikan, yakni sebesar 3.5 juta di tahun pertamanya, Office 365 diakui oleh Microsoft belum disambut oleh khalayak sebagaimana perkiraan sebelumnya. Oleh karena itu perusahaan besutan Bill Gates ini sekarang mengincar pengguna perorangan.

Office 365 untuk personal mungkin memang lebih murah, namun apabila dilihat dari aspek efisiensi harganya tidak terlalu bersahabat ketimbang versi full-nya. Office 365 full-version dibanderol $100 per tahun dan dapat di-install pada 5 komputer yang berbeda, sedangkan untuk free-version internet, Office 365 dijual seharga $140. Di Office 365 versi internet ini setiap pengguna dapat mengakses fasilitas bisnis lainnya via internet termasuk aplikasi Outlook Web Apps Suite, yang memungkinkan konsumen untuk membuat dokumen berbasis Word, Excel dan Power Point dalam satu aplikasi induk.

Bagi mereka yang menginginkan fasilitas seperti opsi format, update berkala, kemudahan Office via tablet dan integrasi Cloud dengan OneDrive, harga $70 per tahun memang terbilang murah. Namun patut diingat bahwa mayoritas pengguna Office adalah pekerja harian yang hanya memakai aplikasi standar. Jadi bisa dibilang nominal $70 per unit per tahun masih sangat relatif bagi mayoritas pengguna setia Office. Beberapa orang yang ingin pengalaman kerja baru tentu menganggapnya terjangkau, tapi belum tentu dengan khalayak umum yang hanya menggunakannya untuk keperluan bisnis sehari-hari. Prospek Office 365 bukan lagi terletak pada kualitasnya, namun pada strategi harga jual ke tangan konsumennya.

[Harga saham Microsoft (NASDAQ:MSFT) ditutup pada posisi $37.89 atau anjlok 1% di sesi perdagangan Kamis (13/03).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar