Kamis, 30 Maret 2017

breaking-news GDP AS Q4 direvisi naik menjadi 2.1%, Klaim Penganguran turun menjadi 258K.

cfd  CFD

Order Membludak, UPS Gagal Kirim Kado Natal On-time

Jumat, 27 Desember 2013 15:35 WIB
Dibaca 1266

Monexnews - Pada awal Desember lalu, perusahaan ekspedisi barang, UPS percaya diri mampu melayani seluruh pengiriman untuk periode libur natal dan tahun baru. Namun komitmen penyedia jasa pengiriman itu gagal terwujud sehingga banyak pelanggan tidak menerima barangnya tepat waktu.

United Parcel Service (UPS) sebelumnya menargetkan bisa mengirimkan 132 juta parsel sepanjang liburan akhir tahun ini. Namun target tersebut urung terpenuhi karena jumlah pesanan justru lebih banyak ketimbang apa yang diperkirakan. Perusahaan ekspedisi Amerika biasanya mampu melayani pengantaran hadiah untuk sampai selambatnya pada malam natal. Namun pada kenyataannya, banyak konsumen tidak bisa membuka kado natal pada hari-H karena UPS telat mengirimkannya sampai ke rumah.

"Kami menyayangkan apa yang terjadi tahun ini. Volume barang yang masuk lebih besar dibandingkan perkiraan kami," ujar juru bicara UPS, Natalie Black kepada Bloomberg. Perusahaan juga kesulitan menganar barang karena cuaca musim dingin sangat tidak bersahabat.

Scott Abell, manajer perencanaan UPS, menghabiskan sepanjang tahun 2013 dengan membuat daftar barang apa saja yang harus mendapat prioritas pengiriman di musim natal. Bersama timnya, Abell bahkan harus berulangkali merevisi perencanaan di bulan November guna mengantisipasi pemesanan di detik-detik akhir pada situs jual beli online Amazon. Namun demikian, segalanya menjadi sia-sia karena UPS masih kewalahan menunaikan tugasnya secara tepat waktu. Sampai dengan hari ini, pihak perusahaan masih berusaha mengantar barang ke tangan konsumen untuk kado natal.

UPS biasanya sudah memulai perencanaan operasional sejak bulan Januari setiap tahun. Namun dengan adanya masalah tahun ini, pihak direksi harus mencari cara baru untuk mengirimkan pesanan secara tepat waktu ke tangan konsumen untuk musim perayaan berikutnya. Apabila mereka masih kewalahan pada liburan akhir tahun depan, bukan tidak mungkin order proyek pengiriman dari retailer seperti Amazon jatuh ke perusahaan ekspedisi lainnya.


*Harga saham UPS (NYSE:UPS) ditutup pada posisi $104.67 atau menguat 0.20% pada sesi perdagangan Kamis (26/12).

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar