Sabtu, 25 Maret 2017

cfd  CFD

Partnership Apple-China Mobile Lebih dari Sekedar Titip Jual Ponsel

Rabu, 15 Januari 2014 12:19 WIB
Dibaca 551

Monexnews - Jika tadinya banyak orang mengira kerjasama antara Apple dan China Mobile hanya untuk kepentingan 'titip jual' handphone, maka kenyataannya tidak demikian. Bos China Mobile memastikan bahwa kemitraan antara pihaknya dan pembuat iPhone itu bukan hanya untuk penjualan produk.

Kepada Wall Street, Chairman Xi Guohua mengatakan perusahaannya sudah menerima jutaan pesanan dari konsumen untuk produk iPhone. Padahal penjualan resmi baru dibuka pada hari Jumat besok (17/01). Pernyataan bos China Mobile seakan mengamini keyakinan CEO Apple, Tim Cook, yang beberapa waktu lalu mengatakan dirinya percaya dengan kemampuan China Mobile. "Kami (Apple-China Mobile) mulai saling mengenal. Masih banyak kerjasama yang bisa dilakukan di masa depan," urai Cook kepada awak media.

Kedua pihak tidak berkomentar lebih jauh tentang jenis kerjasama apa lagi yang mungkin terbangun. Namun sebagian analis pasar keuangan meyakini kalau Apple akan memberikan subsidi harga lebih banyak untuk produk iPhone yang dijual oleh China Mobile. Subsidi harga diperlukan karena jika dibandingkan varian smartphone Android dan Windows, harga iPhone tergolong jauh lebih mahal. Menurut situs Apple China, harga eceran iPhone 5S non-subsidi operator dibanderol 5,280 Yuan atau setara $870 untuk memori 16 gigabyte danmodel iPhone 5C dihargai 4.480 Yuan. Di samping itu, tidak tertutup kemungkinan Apple akan memakai jasa China Mobile untuk memperluas pemasaran ke pelosok China, dengan cakupan wilayah yang lebih luas dibandingkan distributor lainnya. Pun demikian, kerjasama bisnis antara dua raksasa sektoral dari negara berbeda itu bisa lebih intensif dan inovatif dibandingkan prediksi khalayak. Mengingat keduanya memiliki sumber daya infrastruktur, modal dan image yang kuat di wilayahnya masing-masing. 

Seperti diberitakan sebelumnya, cita-cita Apple Inc untuk lebih digdaya di pasar China semakin mendekati kenyataan tahun ini. Setelah menanti sekian lama, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini akhirnya meraih dukungan distribusi dari operator seluler terbesar di negara tersebut.

Kerjasama dengan China Mobile akan membuat akses Apple ke konsumen China menjadi semakin luas mengingat jika dihitung berdasarkan jumlah pelanggannya, basis konsumen perusahaan China ini tujuh kali lebih besar dari Verizon (operator terbesar Amerika). Sementara sejak pertama kali merilis iPhone, wilayah China termasuk Hong Kong dan Taiwan adalah sumber pemasukan terbesar ke-tiga bagi Apple setelah Amerika dan Eropa.


[Harga saham Apple Inc (NASDAQ:AAPL) ditutup pada posisi $546.39 pada sesi perdagangan semalam (14/01) atau naik (2%) dibanding harga pembukaan]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar