Jumat, 22 September 2017

cfd  CFD

Pasca Anjlok Drastis, Saham Apple Justru Berbalik Menarik

Rabu, 29 Januari 2014 13:37 WIB
Dibaca 615

Monexnews - Saham Apple Inc mencatat penurunan harga terbesar dalam satu tahun terakhir pada sesi perdagangan Selasa (28/01). Kombinasi antara angka penjualan iPhone yang kurang memuaskan dan target pendapatan yang lebih rendah untuk periode kuartal II mendorong investor untuk melakukan aksi jual.

Dalam tiga bulan terakhir 2013, Apple Inc sukses menjual 51 juta iPhone kepada konsumen di seluruh dunia. Meskipun jumlah sebanyak itu tergolong besar bagi pos penjualan suatu produk elektronik, tidak demikian halnya di mata analis keuangan dan investor.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini gagal memenuhi target angka penjualan iPhone yang dipatok oleh lembaga-lembaga keuangan, yakni sebanyak 57 juta unit. Jumlah iPhone yang dipinang oleh konsumen di kuartal akhir tahun lalu memang lebih banyak dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun 2012 (47.8 juta), akan tetapi varian 5S dan 5c seharusnya mampu menjaring lebih banyak pembeli, khususnya di negara berkembang.

Selain angka sales yang kurang memuaskan, target atau outlook bisnis Apple juga dipatok rendah. Direksi menargetkan kenaikan angka penjualan antara $42 miliar dan $44 miliar untuk kuartal yang sedang berjalan, jauh lebih rendah dibandingkan harapan analis yakni sebesar $46 miliar.

Terlepas dari kurang baiknya hasil laporan keuangan perseroan awal pekan ini, harga saham Apple sekarang dianggap cukup murah untuk dikoleksi. Dengan yield atraktif 2.4% dan potensi kenaikan dividen pada musim semi mendatang, saham perusahaan teknologi sejagad ini memiliki prospek kenaikan yang bagus. Perusahaan sudah memakai kas senilai $7.7 miliar untuk pembayaran dividen dan buyback saham pada kuartal lalu sehingga jika ditotal pihak direksi sudah mengucurkan $43 miliar guna meningkatkan daya jual ekuitasnya.

Terlebih lagi, saham Apple sedang diperdagangkan 11.65 kali dari jumlah estimasi laba untuk tahun fiskal 2014 yang sebesar $43.32 per saham, dan 8.5 kali dari forward earnings (tidak termasuk kas tunai dari harga saham). Fakta tersebut memperkuat asumsi bahwa saham Apple terbilang murah pasca koreksi terbesarnya tahun ini, yang terjadi Selasa kemarin. Investor yang dikenal kritis, Carl Icahn, bahkan sudah memborong saham Apple senilai $500 juta beberapa jam lalu sehingga total kepemilikannya di Apple menjadi $4 miliar.


[Harga saham Apple Inc (NASDAQ:AAPL) ditutup pada posisi $506.50 pada sesi reguler hari Selasa (29/01) atau turun 8%.]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar