Selasa, 23 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

cfd  CFD

Pasca Hacking, Sony Minta Karyawannya Kembali ke Blackberry

Rabu, 31 Desember 2014 10:53 WIB
Dibaca 839

Monexnews - Meskipun sudah dianggap kuno oleh sebagian besar pengguna gadget, tingkat keamanan Blackberry masih diakui oleh banyak perusahaan. Salah satunya adalah Sony, yang kembali menyarankan karyawannya untuk memakai ponsel cerdas merk Kanada ini pasca skandal hacking.

Aksi hacking yang menerpa perusahaan entertainment Sony diklaim memiliki dampak yang lebih buruk dibanding perkiraan. Pihak direksi mengaku banyak sekali data penting yang tercuri oleh penjahat cyber sehingga mereka harus mengubah strategi komunikasi. Kepada Wall Street Journal, CEO Michael Lynton mengatakan dirinya perlu waktu lebih dari sehari untuk mendalami efek buruk dari aksi hacker di musim Natal lalu.

Bukan hanya membobol data penting, hacker yang diduga berasal dari Korea Utara tersebut juga mengambil file-file film, dokumen pribadi, memo internal termasuk daftar gaji, nomor jaminan sosial dan laporan kesehatan karyawan Sony. Ditambah lagi, seluruh sistem komputer juga sempat 'down' saat perayaan Thanksgiving. Artinya, pihak peretas mengetahui nyaris semua isi dapur perusahaan yang aslinya berasal dari Jepang tersebut.

Supaya segala kebijakan tidak diketahui oleh pihak luar, bos-bos Sony menjalin komunikasi dengan strategi baru. Meskipun lebih repot, cara berikut ini dianggap lebih aman untuk diberlakukan sementara waktu yakni:

- Petinggi perusahaan merancang sistem pohon telepon, yaitu cara komunikasi secara berantai. Jadi setiap orang yang menerima pesan penting harus mengirimkan lagi pesan tersebut ke orang di bawahnya dan seterusnya. Tidak ada pengiriman pesan secara massal karena dianggap rawan kebocoran.

- Setiap karyawan diwajibkan memakai ponsel pribadi dalam berkomunikasi, akun Gmail dan notepad untuk keperluan memo.

- Pembayaran gaji dilakukan secara manual.

- Pengiriman email via ponsel dilakukan dengan memakai handset Blackberry lama. Smartphone ini memang memiliki server yang berbeda dan mempunyai dinding pengaman yang kuat.

Seperti diketahui, kelompok hacker yang diduga oleh FBI berasal dari Korea Utara beberapa hari lalu meretas sistem keamanan Sony dan sukses mencuri data-data penting perusahaan. Meski dibantah keras oleh pihak Korea Utara, media Amerika berspekulasi bahwa aksi hacking memang sengaja dilakukan jelang launching film The Interview.

Peluncuran film kontroversial tersebut akhirnya dibatalkan di bioskop pada hari Natal kemarin. Kebijakan itu diambil Sony karena sudah ada ancaman serangan cyber kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pemutaran film, termasuk pengelola bioskop. Pada akhirnya, Sony memutuskan untuk meluncurkan The Interview dalam format streaming dengan merangkul perusahaan-perusahaan semacam Google dan Microsoft. Calon penonton yang ingin menyaksikan film kontroversial ini bisa melakukan streaming dengan sistem berbayar, baik untuk sekali nonton maupun download.

[Saham Sony Corp (NYSE:SNE) berakhir pada level $20.58 atau melemah 2,79% pada sesi perdagangan hari Selasa (30/12).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar