Rabu, 29 Maret 2017

cfd  CFD

Pastikan IPO, Twitter Masih Bimbang Tentukan Lokasi

Jumat, 4 Oktober 2013 10:47 WIB
Dibaca 465

Monexnews - Media sosial Twitter merilis data keuangannya jelang pelepasan saham perdana kepada publik. Kesuksesan initial public offering (IPO) menjadi relatif karena perusahaan mengaku belum bisa meraup laba dari kinerja operasionalnya. Lokasi penjualan saham juga belum ditentukan karena pihak direksi tidak ingin mengulangi blunder IPO Facebook tahun lalu. 

Dalam laporan keuangan pertama yang dirilis ke publik, Twitter mencetak kerugian sekitar $79.4 juta atau setara Rp890 miliar Rupiah pada tahun 2012. Perusahaan bahkan diprediksi kembali merugi tahun 2013 mengingat hingga kini jumlah kerugian sudah mencapai $69 juta di semester I. Namun demikian, angka penjualan juga meningkat dengan tingkat penghasilan sebesar $254 juta di periode yang sama.

Perusahaan yang berdiri sejak 2006 ini belum mencetak laba dalam tiga tahun terakhir atau sejak Twitter diwajibkan melaporkan pos keuangan kepada publik. Angka kerugian tercatat sebesar $67 juta pada tahun 2010 dan $164 juta satu tahun kemudian. Kalaupun ada alasan yang membuat sahamnya menarik untuk dibeli yakni potensi keuntungan dari trend iklan pada perangkat mobile. Mobile ads memberi kontribusi 65% terhadap total pendapatan iklan tahun lalu. Jumlah penggunanya yang mencapai 218 juta juga bisa menjadi parameter dari prospek cerah perusahaan di masa depan. Valuasi nilai perusahaan saat ini berada di kisaran $10 miliar. Sampai dengan 30 Juni lalu, Twitter memiliki aset cair dan tunai sekitar $375 juta dan jumlah tenaga kerja sampai 2000 orang. Pendirinya, Evan Williams, adalah pemegang saham terbesar dengan rasio kepemilikan 12%. Direktur Peter Fenton menjadi pemegang saham perorangan terbesar ke-dua dengan jumlah kepemilikan 6.7%. Biz Stone, yang dikenal sebagai pemegang saham institusi, tidak tercatat dalam lampiran dokumen yang diajukan kepada otoritas.

Perusahaan akan terjun ke bursa dengan simbol TWTR walaupun pihak direksi dan underwriter belum menentukan operator apa yang dipilih. Goldman Sachs memimpin koordinasi IPO, dengan dukungan dari Morgan Stanley. Total dana yang diincar dari IPO adalah $1 miliar atau lebih rendah dari estimasi sebelumnya di angka $5 miliar.

Wacana penawaran saham perdana (ipo-1380001608.htm">IPO) media sosial Twitter sudah sebulan terakhir menyita perhatian komunitas teknologi dunia. Namun realisasinya belum begitu jelas, terutama menyangkut lokasi perdagangan saham publik nantinya.

Beberapa hari terakhir, beredar kabar bahwa saham Twitter akan diperdagangkan di bawah kelolaan operator NYSE. Namun menurut sumber dekat perusahaan yang dikutip oleh CNBC, pihak direksi sama sekali belum memutuskan hal itu. Twitter memang cenderung memilih NYSE sebagai pelabuhan IPO, tetapi putusan final sama sekali belum dibuat.

Komunikasi antara NYSE dan Twitter terus berjalan dalam beberapa hari terakhir. Sumber di perusahaan media sosial media itu mengatakan bahwa percakapan masih seputar mekanisme IPO. Pihak direksi belum mengambil keputusan apapun sehingga belum tertutup kemungkinan bagi Twitter untuk beralih ke operator bursa lainnya. Banyak pihak berspekulasi tentang operator yang paling sesuai bagi proses IPO Twitter. Sebagian besar perusahaan teknologi cenderung memilih Nasdaq sebagai lokasi perdagangan karena operator ini memang berdiri khusus untuk mengelola transaksi saham sektoral. Kalaupun ada faktor yang memperkecil peluang terpilihnya Nasdaq tak lain adalah kegagalan mereka dalam menggelar IPO Faceboook tahun 2012 lalu. Kesalahan teknis operator teknologi ini membuat banyak perusahaan pialang merugi sehingga Nasdaq harus membayar kompensasi yang tidak sedikit. Sementara NYSE memang mempunyai reputasi lebih baik dalam urusan IPO, sehingga lebih dipertimbangkan oleh direksi Twitter.


 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar