Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Moody's turunkan peringkat kredit China, AUDUSD turun 20 pip ke 0.7453

cfd  CFD

Pelaku Pasar Mulai Ragukan Prospek Saham Twitter

Selasa, 3 Desember 2013 13:11 WIB
Dibaca 512

Monexnews - Pasca debut impresifnya bulan lalu, harga saham Twitter diragukan mampu meningkat lebih tinggi. Pihak underwriter-nya sendiri bahkan mulai skeptis terhadap earnings perusahaan media sosial terlaris dunia itu.

Harga saham Twitter kini 57% lebih tinggi dibandingkan nilai IPO-nya di bulan November. Aksi beli yang terlihat kala itu berbalik sepi beberapa hari kemudian karena saham tersebut dinilai terkerek kelewat banyak. Investor mulai khawatir dengan prospek return yang bisa diberikan oleh Twitter di tahun pertamanya sebagai perusahaan publik. Sebanyak 2 dari 5 underwriter IPO bahkan sudah memberikan rekomendasi 'hold' atau tahan setelah aktif memberi rating 'beli' dalam beberapa pekan. Bahkan ada satu analis yang memberikan rekomendasi 'jual' pada awal pekan ini.

Analis Merrill Lynch, Justin Post, menyebut saham Twitter tidak memiliki valuasi menarik seraya melabelkan Twitter sebagai saham 'underperform'. Di Wall Street, rating tersebut setara dengan rekomendasi 'sell' yang biasa dilontarkan oleh analis-analis saham. Lebih jauh, Post menetapkan target harga Twitter pada level $36 per saham atau 11.7% lebih rendah dibandingkan harga penutupan hari Senin di $40.78. Ia sendiri mengaku kalau dari seluruh saham yang dikelolanya, hanya saham Twitter yang ia rekomendasikan untuk jual.

Sementara dua underwriter utama, yakni Morgan Stanley dan JP Morgan Chase memberi rekomendasi 'hold'. Dua bank lainnnya masin mempertahankan rating 'buy', yaitu Goldman Sachs dan Deustche Bank. Minat beli semakin minim karena harga saham Twitter terkini tidak terlampau jauh dari target 12-18 bulan yang ditetapkan kelima bank underwriter tersebut.

Seperti diketahui, debut mengesankan dicatat oleh Twitter di lantai bursa New York pada hari Kamis, 7 November 2013. Saham media sosial paling populer di dunia mengakhiri sesi pertamanya dengan kenaikan harga mencapai 73% dari banderol awalnya sekaligus menandai besarnya apresiasi pelaku pasar terhadap prospek bisnis sebuah perusahaan media sosial. Sebagian analis menilai 'burung biru' sudah terbang terlalu tinggi karena secara aspek fundamentalnya belum mencerminkan kapitalisasi pasar yang mancapai $24.4 miliar atau Rp270,5 triliun. Twitter memang mampu mencetak angka penjualan $317 juta pada tahun 2012, akan tetapi masih merugi sebanyak $79.4 juta. Sedangkan untuk 9 bulan pertama tahun ini, penghasilan Twitter menembus angka $422 juta, namun lagi-lagi tingkat kerugiannya ikut membengkak jadi $134 juta. Singkat kata, selama tiga tahun belakangan perusahaan media sosial ini belum mampu melaba sama sekali.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar