Kamis, 27 Juli 2017

cfd  CFD

Pemerintah AS Akhirnya Restui Deal antara IBM dan Lenovo

Senin, 29 September 2014 13:16 WIB
Dibaca 736

Monexnews - Lenovo Group selangkah lagi menuntaskan akuisisi divisi server x86 milik International Business Machines (IBM) senilai $2,1 miliar setelah mendapat lampu hijau dari pemeirntah Amerika Serikat. Penyelesaian transaksi akan mempermudah rencana ekspansi perusahaan asal China ini dari hanya menjual perangkat komputer pribadi (PC) ke layanan bisnis konsumen.

Menurut pernyataan Lenovo yang dilansir oleh Reuters, harga final pembelian unit bisnis server tersebut lebih rendah dibandingkan angka valuasi yang diumumkan pada bulan Januari lalu sebesar $2,3 miliar. Penurunan harga akhir disebabkan oleh perubahan nilai aset inventory dan beban penghasilan usaha.

Deal antara Lenovo dan IBM sempat terganjal pertengahan tahun 2014 karena adanya intervensi pemerintah Amerika Serikat. Otoritas khawatir kalau akuisisi ini nantinya bisa mengancam keamanan nasional, mengingat selama ini server IBM menjadi lokasi penyimpanan data-data penting.

Setelah sukses mengakuisisi Hewlett-Packard dan menjadikan dirinya sebagai produsen PC terbesar dunia, Lenovo mencoba untuk memantapkan line-up bisnisnya dengan membeli unit server IBM x86 senilai $2,1 miliar. Sementara rencana perluasan usaha ke industri ponsel via akuisisi Motorola Mobility dijadwalkan juga bisa selesai tahun ini dengan nilai transaksi $2,91 miliar. Lenovo sudah sebenarnya sudah mengumumkan persetujuan formal untuk membeli server IBM dan Motorola pada awal tahun, namun perusahaan harus bersabar untuk mendapat kepastian sebelum akhir 2014.

Menurut The Wall Street Journal bulan lalu, penyelesaian akuisisi server IBM masih terganjal restu lembaga keamanan Amerika Serikat. Pemerintah konon takut kalau akses keamanan nasional bisa disusupi oleh pihak luar selepas penjualan server IBM. Walaupun memakai komponen buatan asli Amerika, otoritas khawatir hacker bisa masuk ke dalam sistem dari jarak jauh. Seperti diketahui, server ini dipakai sebagai basis penyimpanan data komunikasi dan komputer yang menyokong aktivitas di Pentagon. Lenovo sendiri sempat mengalami masalah serupa saat membeli bisnis PC IBM di tahun 2005. Walaupun penjualannya disetujui oleh pemerintah, beberapa lembaga penting sudah tidak memakai Lenovo sebagai alat operasionalnya.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar