Senin, 11 Desember 2017

cfd  CFD

Pemerintah Inggris Hadapi Dilema dalam Negosiasi Pfizer-AstraZeneca

Senin, 5 Mei 2014 14:23 WIB
Dibaca 803

Monexnews - Rencana Pfizer untuk mengambilalih bisnis produsen obat, AstraZeneca, membuat posisi pemerintah Inggris serba dilematis. Di satu sisi, akuisisi sejalan dengan cetak biru kampanye penggenjotan investasi asing ala Perdana Menteri David Cameron. Sayangnya di sisi lain, penjualan AstraZeneca bisa berdampak pada berkurangnya lapangan kerja di Inggris apabila nanti Pfizer menguasai kepemilikannya.

Pfizer hari Jumat lalu menaikkan angka penawaran untuk saham AstraZeneca menjadi 50 Poundsterling per saham sehingga nilal transaksi genap menjadi 63 miliar Poundsterling atau setara $106.43 miliar. Namun pihak perusahaan kembali menolak jumlah tersebut hanya dalam hitungan jam. Padahal jika kedua pihak sepakat, takeover itu akan menjadi akuisisi termahal dalam sejarah perseroan di Inggris.

Terlepas dari alotnya penawaran dalam rencana takeover, pemerintah menaruh perhatian besar kepada dua pihak yang terlibat. Perdana Menteri Cameron sampai harus berbicara langsung dengan Chairman AstraZeneca, Leif Johansson, guna membahas untung rugi dari penjualan perusahaan obat terbesar nasional itu. Sementara di tempat terpisah, Menteri Keuangan George Osbourne bertemu dengan CEO Pfizer, Ian Read, untuk mengetahui visi bisnisnya terhadap AstraZeneca. Read bahkan menyempatkan diri untuk menulis surat kepada pemerintah pusat yang berisi tentang visi dan rencananya untuk memajukan perusahaan. Berbagai komitmen ia utarakan dalam surat tersebut, termasuk memastikan kalau minimal 20% pegawai divisi riset dan pengembangan tetap akan dipekerjakan di Inggris.

Setelah dua pertemuan penting itu dengan kedua pihak yang sedang bernegosiasi, pemerintah akhirnya menuturkan sikap. "Perdana Menteri secara jelas mengatakan bahwa pemerintah Inggris mendukung segala rencana investasi dari luar. Namun kami tetap mengutamakan masa depan riset, keilmuan dan pemberdayaan tenaga kerja di sektor farmasi ini," demikian juru bicara pemerintah. Sampai sekarang, proses negosiasi memang masih menemui jalan buntu. Tetapi jika akhirnya AstraZeneca mau menerima pinangan Pfizer, pemerintah memiliki hak untuk mem-veto sesuai undang-undang perusahaan Inggris. Di sana, otoritas memiliki hak untuk mengambil keputusan soal kebijakan bisnis perusahaan apabila dampaknya menyangkut keamanan nasional, keberagaman dan keamanan finansial. Apabila secara hitung-hitungan akuisisi AstraZeneca oleh Pfizer dianggap mengancam kondisi lapangan kerja, PM Cameron bisa turun tangan untuk membatalkan.

[Harga saham Pfizer ditutup pada posisi $30.75 atau melemah 0.28% pada sesi perdagangan hari Jumat (02/05).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar