Jumat, 20 Oktober 2017

cfd  CFD

Pendiri Akui Kebijakan Pajak Apple 'Tidak Etis'

Jumat, 31 Mei 2013 12:51 WIB
Dibaca 508

Monexnews - Salah satu pendiri Apple Inc, Steve Wozniak, mengakui bahwa kebijakan perusahaan untuk menyimpan dana di luar negeri memang tidak etis. Namun demikian, langkah itu menurutnya lumrah dilakukan oleh pihak manapun yang memiliki orientasi bisnis.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky News, sosok yang juga ambil bagian dalam penemuan Apple di tahun 1987 ini menilai kritikan yang dialamatkan kepada pihak direksi cukup beralasan. Apple sendiri bersikeras menjalankan kebijakan penyimpanan dana di luar negeri guna menghindari beban pajak besar di Amerika Serikat. "Orang yang bekerja di Amerika namun melaporkan aset kekayaannya di luar negeri bisa disebut tidak beretika," ujarnya. Khusus bagi perusahaan, hal itu dipandangnya sebagai sesuatu yang wajar demi mengejar profit besar. "Anda tentu akan melakukan apa saja dan menjalankan skema apapun guna memaksimalisasi keuntungan," imbuhnya.

Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak perusahaan teknologi Amerika Serikat memiliki cadangan dana dalam jumlah besar saat ini. Namun alih-alih melakukan ekspansi bisnis, mereka justru lebih suka membiarkan uangnya 'nganggur' di bank luar negeri. Pemberlakuan pajak usaha dan pendapatan yang ketat di Amerika membuat pihak korporasi memilih menyimpan uang di negara lain dengan aturan pajak dan perbankan lebih longgar. 

Emiten-emiten teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar di Amerika mempunyai kas yang tidak sedikit. Apple diketahui menyimpan dana segar $137 miliar dan Microsoft masih memiliki tabungan $68 miliar. Sementara Google, Cisco dan Oracle masing-masing mengantongi dana tidak terpakai sebesar $48 miliar, $45 miliar dan $34 miliar. Jumlah tersebut belum dihitung dengan investasi likuid yang mereka kuasai sampai sekarang.

Jika diakumulasi, cadangan kas 'nganggur' Apple, Microsoft, Google, Cisco (CSCO), Oracle (ORCL), Intel (INTC) dan raksasa farmasi Pfizer (PFE), Merck (MRK), Johnson & Johnson (JNJ) serta Amgen (AMGN) mencapai lebih dari $450 miliar! Sebagian besar dana diparkir di luar negeri untuk menghindari pengenaan pajak progresif. Di tengah iklim suku bunga rendah, uang-uang korporasi hanya ditaruh di bank atau diinvestasikan pada obligasi pemerintah. Harga saham Apple hari Kamis (31/05) ditutup pada level $451.58 atau naik satu setengah persen dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar