Kamis, 25 Mei 2017

cfd  CFD

Pengadilan Hentikan Proses Ganti Rugi Kasus BP

Kamis, 3 Oktober 2013 16:17 WIB
Dibaca 761

Monexnews - Pengadilan Federal Amerika Serikat memerintahkan hakim pengadilan distrik untuk menghentikan proses pembayaran ganti rugi British Petroleum (BP) kepada pihak-pihak penerima kompensasi. Permintaan BP untuk meninjau kembali kelayakan penerima ganti rugi diterima oleh pengadilan.

Berdasarkan hasil sidang terbaru, pengadilan banding Fifth Circuit Court of Appeals memerintahkan hakim Carl Barbier, yang memutus hasil sidang terdahulu, untuk menunda pemberian ganti rugi jutaan Dollar kepada pihak yang mengajukan class action kepada BP. Pengadilan distrik diminta mempelajari lebih lanjut keterangan soal daftar penerima bantuan untuk memastikan nilai klaimnya memang sesuai kerugian.

Sidang banding hari ini adalah salah satu bagian dari proses hukum yang diikuti oleh produsen minyak asal Inggris. BP keberatan atas putusan pengadilan distrik sebelumnya, di mana hakim mewajibkan perusahaan membayarkan sejumlah uang kompensasi secara proporsional kepada warga yang mengajukan class action. Pasca putusan itu, kuasa hukum BP melihat potensi adanya permintaan ganti rugi fiktif dari beberapa pihak sehingga opsi banding dipilih untuk meninjau kembali kelayakan calon penerima kompensasi. Berkat putusan terbaru ini, proses pembayaran ganti rugi dihentikan sementara waktu sampai pengadilan memutuskan sebaliknya.

Seperti diketahui, BP berpotensi dikenai denda sampai $18 miliar akibat bencana tumpahan minyak Teluk Meksiko tahun 2010 silam di bawah undang-undang Clean Water Act. Namun demikian, perusahaan optimis kalau jumlah denda bisa dikurangi hingga menjadi sekitar $3.5 miliar, seperti dilaporkan Wall Street Journal. BP sendiri sudah menghabiskan biaya lebih dari $42 miliar sebagai biaya kompensasi atas kelalaian kru-nya dalam kasus tersebut. Dalam dokumen pra-sidang, pemerintah Amerika Serikat mengklaim jumlah tumpahan minyak mencapai 4.2 juta barel atau jauh lebih tinggi dari hasil laporan BP sebanyak 2.45 juta barel. Perbedaan inilah yang akan di-kroscek dalam sidang beberapa jam ke depan dan hasilnya bisa membuktikan apakah BP memanipulasi laporan volume tumpahan minyak kepada pemerintah Amerika.

Tim investigasi federal yang berpusat di New Orleans telah menghabiskan sekitar 30 bulan untuk menyelidiki penyebab di balik musibah tumpahan minyak April 2010. Selain menimbulkan guncangan ekosistem, kasus tumpahan minyak BP menewaskan 11 pekerja dan menjadi kasus pencemaran laut terbesar dalam sejarah Amerika. Proses hukum atas kasus tumpahan minyak di Teluk Meksiko tahu 2010 masih berlanjut hingga saat ini. Setelah memutus denda masif bagi British Petroleum, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) juga menetapkan denda bagi perusahaan pengeboran yang terlibat dalam terjadinya musibah itu. Pengadilan memutuskan Transocean harus membayar denda dan penalti senilai total $1,4 miliar. Transocean adalah perusahaan yang menaungi operasional dan pekerja dalam proyek pengeboran lepas pantai Deepwater Horizon.

BP sejak tahun lalu mengupayakan negosiasi dengan pihak penuntut dan U.S. Department of Justice. Pihak direksi mencari jalan tengah agar segala tuntutan kriminal dan klaim yang diajukan oleh Securities and Exchange Commission melalui jaksa penuntut bisa dikompensasi.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar