Senin, 27 Maret 2017

cfd  CFD

Penjualan Anjlok, JC Penney Salahkan CEO Lama

Rabu, 8 Mei 2013 11:30 WIB
Dibaca 381

Monexnews - Produsen pakaian dan produk konsumen JC Penney meramalkan bahwa pendapatan kuartal I 2013 akan turun sekitar 16% dibandingkan satu tahuh sebelumnya. Pihak direksi mengklaim potensi penurunan kinerja keuangan sebagai imbas dari gagalnya strategi bisnis yang diambil oleh eks-CEO Ron Johnson.

"Penurunan angka penjualan di kuartal perdana sebagian besar dipengaruhi oleh reformasi operasional di 505 gerai kami," demikian pernyataan resmi JC Penney. Perusahaan juga menilai fakta tersebut mewakili kegagalan strategi pemasaran di bawah kepemimpinan CEO terdahulu.

Pada tahun 2012, JC Penney mengalami penurunan angka penjualan setelah Johnson mencabut kupon dan musim diskon tertentu sehingga konsumen lari ke retailer lain. Johnson kemudian didepak bulan lalu dan digantikan oleh Myron Ullman, yang bertekad mengambalikan pelanggan ke toko-toko JC Penney seperti sedia kala.

Dalam rilis pendahuluan data keuangan kuartal I, perseroan memperkirakan revenue sebesar $2.64 miliar atau lebih rendah dibanding perolehan setahun lalu yang sebesar $3.15 miliar. Angka tersebut bahkan di bawah target analis Thomson Reuters yang sebesar $2.74 miliar. Penjualan same-store di kuartal I anjlok 16.6%, juga lebih besar ketimbang rasio penurunan versi analis yang hanya 13.2%. Adapun jumlah kas yang dimiliki oleh JC Penney per 4 Mei adalah sebesar $821 juta. Seluruh data keuangan lengkap akan dirilis ke publik pada tanggal 16 Mei mendatang.

JC Penney merupakan salah satu emiten bursa Amerika Serikat yang mengalami masa-masa sulit di tahun 2012. Kinerja bisnisnya lesu dan membuat pos keuangan menjadi tidak sebaik beberapa tahun sebelumnya. Ketika berbicara di hadapan analis pasar keuangan bulan Februari silam, eks-CEO Johnson mengaku bahwa JC Penney melakukan kesalahan di tahun 2012. Namun ia mengklaim perusahaannya sukses mengendalikan biaya pengeluaran, membangun platform teknologi dan memberikan pengalaman belanja kepada pelanggan.

Di bawah komando pimpinan baru, banyak investor mulai optimis dengan prospek kinerja perusahaan department store ini. Harga saham JC Penney melonjak lebih dari 7% pada sesi after market hari Kamis (25/04) setelah miliarder George Soros mengumumkan kepemilikan 7.9% di JC Penney. Soros mengumumkan kepada publik bahwa ia memiliki sekitar 17.4 juta saham JC Penney dalam sebuah dokumen yang diajukan kepada Securities and Exchange Committee (SEC). Apa yang dilakukan oleh investor ulung ini merupakan bentuk kepatuhannya terhadap aturan SEC, di mana setiap orang yang memiliki kepemilikan saham di atas 5% wajib melaporkannya kepada otoritas.

Soros sendiri kini resmi menjadi pemegang saham terbanyak ke-empat JC Penney. Di posisi teratas adalah investor yang juga aktivis William Ackman dengan Pershing Square Capital-nya. Ia menguasan saham JC Penney sebanyak 17.8%. Saham JCP semalam ditutup pada level $16.40 atau turun 3% pada sesi perdagangan Selasa (07/05).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar