Kamis, 27 April 2017

breaking-news EURUSD berbalik turun ke 1.0851 setelah Draghi mengatakan tidak ada pembahasan tapering

cfd  CFD

Perbankan Amerika Sulit Lepas dari Kebijakan PHK

Rabu, 27 Februari 2013 11:39 WIB
Dibaca 481

Monexnews - Sekitar satu tahun lalu CEO JPMorgan Chase sesumbar menyebut perusahaannya belum bisa dibilang besar dan membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia. Belum genap dua bulan tahun 2013 berjalan, Jamie Dimon terpaksa mengatakan sebaliknya. JPMorgan akan segera merumahkan ribuan karyawan atas alasan efisiensi.

Salah satu keuangan terbesar di Amerika Serikat ini di luar dugaan mengumumkan rencana kurang populer dalam acara tahunan investor hari Selasa (26/02). JPMorgan berencana mengurangi jumlah tenaga kerja dan pengeluaran di tahun 2013 demi optimalisasi kinerja. Sebanyak 4000 posisi dan $1 miliar pengeluaran siap dipangkas dalam 10 bulan ke depan.

Jumlah pemangkasan bahkan bisa semakin tinggi tahun depan karena pihak direksi sudah mengindikasikan adanya pengurangan karyawan hingga 19.000 orang di akhir 2014. Divisi yang paling banyak mengalami PHK adalah lini pinjaman perumahan, yang laju bisnisnya konsisten melambat sejak krisis finansial 2008. Pun demikian, JPMorgan tidak mematok target pemangkasan pekerja karena pembukaan lowongan di divisi lain masih dimungkinkan sesuai kebutuhan.

Jamie Dimon terlihat sedang berjuang keras menyeimbangkan neraca keuangan perusahaannya, yang beberapa kali terbentur kasus dan 'musibah' dalam setahun belakangan. Mulai dari kerugian trading hingga miliaran Dollar, downgrade rating kredit oleh lembaga pemeringkat, pengetatan regulasi perbankan hingga sepinya minat bisnis di Amerika. Sejak 2011, jumlah karyawan JPMorgan sempat bertambah 20.000 orang menjadi lebih dari 260.000 orang padahal di waktu yang sama banyak perusahaan sejenis justru mengurangi jumlah pekerjanya. Namun kondisi itu berubah sekarang dan JPMorgan Chase terpaksa melakukan PHK untuk menutupi berbagai beban yang dideritanya.

Salah satu bank dengan kinerja terbaik di Amerika ini memperlihatkan bahwa tidak ada satupun korporasi yang steril dari efek krisis. Khusus bagi sektor perbankan, celah untuk meraup laba besar seperti satu dekade silam seakan kian sempit di tengah kebijakan suku bunga rendah dan kelesuan pasar kredit. Pada bulan Desember lalu, Citigroup sepakat merumahkan 11.000 karyawan dan Goldman Sachs telah menyatakan niat serupa karena alasan yang sama: efisiensi. Terlepas dari serial PHK yang akan diambil oleh JPMorgan, bank ini masih masuk dalam kategori kelas kakap dalam urusan jumlah SDM. Jika pada lima tahun lalu jumlah tenaga kerjanya baru sebanyak 180.000 orang maka kini angkanya sudah berkisar di 258.000. Harga saham JPMorgan (JPM) ditutup pada level $47.60 pada sesi perdagangan Selasa atau turun 0,21%.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar