Kamis, 27 Juli 2017

cfd  CFD

Pesona Tesla Menggoda Raksasa Otomotif Amerika

Jumat, 27 Desember 2013 10:36 WIB
Dibaca 705

Monexnews - Nama Tesla luar biasa menyita perhatian pelaku pasar keuangan dan komunitas otomotif Amerika Serikat. Produsen yang pernah dianggap sebagai perusahaan tanpa prospek ini sukses merajai industri mobil listrik. Harga sahamnya melonjak drastis di pasar berkat angka penjualan fantastis di tengah maraknya kampanye otomotif go green.

Setelah menyandang status sebagai komoditas 'terpanas' di bursa saham Amerika, Tesla diprediksi menjadi lahan bisnis baru yang akan dilirik oleh perusahaan-perusahaan otomotif raksasa. Menurut investor veteran Praxis Trading, Yra Harris, daya tarik Tesla berpotensi menarik minat 3 produsen otomotif terbesar Amerika. Bukan tidak mungkin tahun depan spesialis pembuat mobil listrik ini akan dibeli oleh General Motors atau Ford. Proyeksi Harris cukup logis mengingat sudah sejak lama pasar otomotif mengidamkan produk berbasis listrik yang mumpuni. Sementara di sisi lain produsen mobil bebahan bakar BBM masih saja gagal dalam mengembangkan proyek mobil listrik. Dengan mengambilalih Tesla, mereka tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk menciptakan produk baru. Sejauh ini memang belum ada keterangan resmi tentang adanya minat akuisisi oleh pebisnis otomotif lainnya, namun beberapa rumor mulai beredar luas di media keuangan. 

Wacana go private atau menarik diri dari status perusahaan publik tentu saja memberi keuntungan, baik dari segi materil maupun kebijakan. Jika nantinya Tesla memang benar dibeli oleh perusahaan yang lebih besar, maka pihak direksi tidak perlu lagi memikirkan aspek kepatuhan yang diwajibkan oleh pihak otoritas keuangan. Belum lagi sokongan dana segar yang diterima oleh perusahaan pembeli, berikut dengan pendanaan untuk proyek riset dan pengembangan. Singkat kata, banyak keuntungan yang lebih bisa diraih oleh Tesla sebagai perusahaan swasta ketimbang menjadi perusahaan publik.

Demam mobil Tesla memang sedang mewabah di pasar otomotif Amerika Serikat. Kombinasi antara kualitas produksi yang bagus dan sambutan konsumen yang luar biasa membuat laba perusahaan ini meroket, sejalan dengan lesatan harga sahamnya.

Tesla sukses mencuri pangsa pasar otomotif Amerika melalui berbagai kendaraan berbahan bakar non-migas. Setelah bergerilya selama 10 tahun di industrinya, perusahaan yang berbasis di California ini akhirnya mampu mencetak laba sejak kuartal perdana 2013. Keberhasilan Tesla dalam memasarkan mobil listrik langsung mendapat pujian dari berbagai kalangan, mulai dari pemerhati teknologi sampai pelaku pasar keuangan.

Rapor cemerlang dalam lini finansial Tesla tidak lepas dari tangan dingin CEO Elon Musk. Bukan rahasia lagi kalau ia merupakan pebisnis paling disegani di Amerika saat ini karena selalu mampu menyulap perusahaan skala menengah menjadi raksasa kelas dunia. Setelah berhasil mengangkat nama PayPal dan Space Exploration Technologies, Musk masuk ke Tesla untuk menaikkan pamor mobil listrik.

Bukan hanya sekedar pebisnis, Musk menjadi jaminan kualitas suatu produk karena kemampuannya untuk berinovasi sekaligus membaca keinginan pasar. Kini keluarga besar Tesla berhak jumawa karena mereka akhirnya bisa sukses meraup laba pasca ujian berat selama 10 tahun terakhir. Angka penghasilan Tesla naik lebih dari 12 kali lipat di kuartal perdana lalu, dan perusahaan sedang menapaki target penjualan $2 miliar di tahun 2013. Harga sahamnya juga meroket lebih dari empat kali lipat dari level pembukaan tahun walaupun angka penjualan sempat gagal memenuhi harapan analis.

Dalam rilis daftar pebisnis paling berpengaruh di tahun 2013, Fortune menempatkan Elon Musk pada ranking pertama. Ia dianggap lebih memberikan kontribusi terhadap industri ketimbang nama-nama beken seperti Carl Icahn atau David Einhorn, dua investor yang komentar-komentarnya kerap menarik atensi publik. Terdapat 3 alasan yang membuat Musk menjadi begitu influensial tahun ini, yakni perubahan budaya yang diusungnya kepada masyarakat, lonjakan laba yang diraih Tesla tahun ini dan kenaikan harga saham ke rekor tertingginya. Ketiga kualitas itulah yang mengantarkan Elon Musk sebagai sosok paling berpengaruh di dunia bisnis Amerika.

*Harga saham Tesla (NASDAQ:TSLA) ditutup naik 2.70% pada sesi perdagangan hari Kamis (26/12) ke level $155.50.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar