Kamis, 30 Maret 2017

cfd  CFD

Problem Baterai Boeing 787 Masih Belum Teridentifikasi

Kamis, 25 September 2014 20:55 WIB
Dibaca 623

Monexnews - Setelah melakukan investigasi selama 20 bulan, otoritas keselamatan transportasi Jepang pada hari Kamis menyatakan jika mereka masih belum dapat mengidentifikasi penyebab pasti kerusakan baterai yang telah memaksa pesawat Boeing 787 Dreamliner mendarat darurat di Jepang tahun lalu. Dreamliner merupakan pesawat komersial pertama yang menggunakan baterai lithium-ion sebagai sumber pasokan tenaga. Baterai itu sendiri diproduksi oleh perusahaan Jepang, GS Yuasa Corp. 

Dalam laporannya, pihak otoritas mengatakan bahwa mereka justru menemukan sejumlah faktor yang tampaknya telah berkontribusi memicu arus pendek yang membakar baterai utama pada pesawat All Nippon Airways yang dioperasikan tahun 2013. Namun para peneliti mengakui jika kerusakan baterai yang parah telah mempersulit mereka dalam menganalisa penyebab insiden itu.

Melalui laporan itu otoritas Jepang juga meminta Boeing Co. untuk melanjutkan penyelidikan atas insiden itu, dan mendesak Federal Aviation Administration AS untuk meningkatkan pemeriksaan keamanan atas penggunaan jenis baterai tersebut di masa depan. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar