Minggu, 24 September 2017

cfd  CFD

Profit Usaha Berkurang, CEO JPMorgan Tetap Percaya Diri

Senin, 14 April 2014 10:51 WIB
Dibaca 560

Monexnews - Meskipun hasil pendapatan usaha kuartal pertama kurang menggembirakan, CEO JPMorgan Case tetap optimis dalam menyambut fase perekonomian baru

JP Morgan Chase menghasilkan laba $5.3 miliar atau $1.28 per saham untuk periode kuartal I 2014. Selain lebih rendah dibandingkan capaian profit triwulan perdana 2013, jumlah tersebut juga tidak sejalan dengan perkiraan analis. Pemasukan usaha bahkan turun 8% dibandingkan triwulan I 2013 menjadi $23.9 miliar.

Buruknya laporan laba rugi JPMorgan membuat pelaku pasar khawatir dengan hasil laporan perusahaan sektor finansial lainnya. Sebagai bank terbesar di Amerika Serikat berdasarkan nilai aset, kinerja JPMorgan bisa menjadi paramater kinerja sektoral. Perusahaan-perusahaan keuangan yang akan merilis laporan earnings-nya pekan ini antara lain Citigroup, Bank of America, Morgan Stanley dan Goldman Sachs. Bukan tidak mungkin keempat raksasa sektoral itu juga mencatat performa kurang baik di tiga bulan pertama 2014.

Menyikapi torehan negatif perusahaannya, CEO Jamie Dimon mengatakan dirinya tetap optimis dengan prospek ekonomi. Namun ia memang mengakui kalau kinerja perusahaan di kuartal pertama tidak bisa disebut memuaskan. "Sektor konsumsi, perusahaan dan usaha skala menengah sedang berada dalam kondisi yang bagus. Pasar perumahan juga berangsur normal," ujarnya kepada CNN. Dimon yakin JPMorgan mampu memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi untuk mengeruk lebih banyak laba di sisa periode buku 2014.

Selain karena strategi bisnis yang kurang mumpuni, penurunan laba JPMorgan juga dipengaruhi oleh banyaknya kasus hukum yang menjerat. Uang yang digelontorkan untuk biaya ganti rugi dan penyelesaian sengketa di pengadilan tidak bisa dibilang sedikit. Di kuartal I, perusahaan harus merogoh kocek $2.6 miliar untuk menyelesaikan konflik hukum dengan pakar keuangan Bernard Madoff. Pada bulan November lalu, JPMorgan juga menyepakati perdamaian dengan rekor kompensasi mencapai $13 miliar dengan Departemen Kehakiman Amerika terkait kasus subprime mortgage beberapa tahun silam. Harga sahamnya juga terus merosot sepanjang 2014, namun jika dihitung selama 12 bulan terakhir, saham JPMorgan masih menguat 16%.


[Harga saham JPMorgan Chase (NYSE:JPM) ditutup pada posisi $55.30 atau turun 3.66% di sesi perdagangan hari Jumat lalu (11/04)]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar