Jumat, 20 Oktober 2017

cfd  CFD

Raksasa Otomotif Jepang Optimis Berjaya di 2014

Selasa, 4 Februari 2014 14:37 WIB
Dibaca 619

Monexnews -Tahun 2013 memang menjadi periode emas bagi perusahaan-perusahaan otomotif terbesar dunia, baik yang berbasis di Asia maupun Amerika. Peningkatan daya beli dan pemulihan ekonomi menjadi alasan mengapa mobil-mobil baru tetap laris manis di pasaran.

Pada tahun lalu, perusahaan seperti Toyota Motor, General Motor dan Volkswagen sukses memimpin kebangkitan industri otomotif global untuk tahun ke-dua secara beruntun pasca hantaman krisis finansial. Tidak hanya itu, jumlah pertumbuhan konsumsi mobil di tahun 2014 bahkan diprediksi naik 3.4% berkat lonjakan volume permintaan di Amerika Serikat dan China.

Toyota berhasil melampaui kinerja penjualan yang dicatat oleh General Motors dan Volkswagen di seluruh dunia pada 2013. Penjualan mobil Toyota (termasuk produk dari anak usaha Hino Motors Ltd. dan Daihatsu Motor Co.) naik sebesar 2.4% menjadi 9.98 juta unit. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan GM dan VW yang masing-masing sebesar 9.7 juta unit. Pihak perseroan optimis mampu mempertahankan angka penjualan sehingga tetap berada di atas kedua rivalnya itu pada tahun depan.

Toyota Motor Corp. hari ini mengumumkan jumlah keuntungan yang didapatnya pada kuartal III lalu. Jumlah net profit produsen mobil terbesar dunia ini mencapai ¥525.46 miliar ($5.21 miliar) atau sekitar Rp62 triliun. Angka tersebut lima kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan kuartal yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar ¥99.91 miliar.

Faktor pelemahan nilai tukar Yen menjadi kontributor utama terhadap kenaikan laba perseroan. Adapun total pemasukan yang diraih oleh Toyota untuk kuartal III adalah ¥6.585 triliun, atau naik dari ¥5.318 triliun yang didapat setahun lalu.

Perusahaan otomotif terbesar Jepang ini juga menaikkan target pendapatan operasional dan pendapatan bersih menjadi ¥2.4 triliun dan ¥1.90 triliun untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret. Kombinasi antara penghematan biaya produksi, efektivitas pemasaran dan pelemahan nilai tukar Yen menjadi alasan bagi Toyota untuk membidik laba lebih besar lagi di masa depan. Untuk tahun ini, pihak direksi mengasumsikan nilai tukar Yen pada posisi ¥100 per US Dollar dan ¥134 per Euro.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar