Senin, 27 Maret 2017

cfd  CFD

Raksasa Wall Street, Kaya tapi Pelit

Rabu, 13 Februari 2013 14:32 WIB
Dibaca 1146

Monexnews - Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak perusahaan teknologi Amerika Serikat memiliki cadangan dana dalam jumlah besar saat ini. Namun alih-alih melakukan ekspansi bisnis, mereka justru lebih suka membiarkan uangnya 'nganggur' di bank. Mengapa demikian?

Emiten-emiten teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar di Amerika mempunyai kas yang tidak sedikit. Apple diketahui menyimpan dana segar $137 miliar dan Microsoft masih memiliki tabungan $68 miliar. Sementara Google, Cisco dan Oracle masing-masing mengantongi dana tidak terpakai sebesar $48 miliar, $45 miliar dan $34 miliar. Jumlah tersebut belum dihitung dengan investasi likuid yang mereka kuasai sampai sekarang.

Pelaku pasar menyayangkan mengapa perusahaan-perusahaan itu tidak membagikan dividen lebih banyak di saat sedang kebanjiran dana tunai. Manajer hedge fund dan pemegang saham Apple, David Einhorn, menjadi sorotan pekan ini karena kecamannya kepada pihak direksi yang tidak juga melepas saham preferensi bagi shareholder-nya. Einhorn menganggap investor Apple layak mendapatkan imbalan berupa saham kelas baru dengan dividen lebih tinggi atas loyalitasnya selama ini. Namun bukannya simpati yang didapat, Einhorn justru mendapat kecaman balik dari sang CEO. Tim Cook menilai permintaan Einhorn sebagai suatu hal yang konyol dan tidak bisa diterima. Apple mengaku bahwa dana sangat dibutuhkan untuk belanja biaya pengembangan, riset dan akuisisi akan tetapi pelaku pasar melihat statement itu hanyalah sangkalan. Mengingat arus kas Apple kian mengalir deras setiap kuartal berkat angka penjualan produk yang konsisten fantastis. Investor seharusnya berhak dianugerahi insentif ekstra di luar dividen sehat 2,2% per tahun yang mereka terima.

Menurut Paul LaMonica, managing editor CNN, tidak masuk akal apabila perusahaan-perusahaan Wall Street mengklaim cadangan kas dibutuhkan untuk kepentingan ekspansi. Jumlah uang yang mereka miliki bisa dipakai untuk kepentingan bisnis apapun, dan pasti masih akan banyak tersisa. Jika diakumulasi, cadangan kas 'nganggur' Apple, Microsoft, Google, Cisco (CSCO), Oracle (ORCL), Intel (INTC) dan raksasa farmasi Pfizer (PFE), Merck (MRK), Johnson & Johnson (JNJ) serta Amgen (AMGN) mencapai lebih dari $435 miliar! Sebagian besar dana konon diparkir di luar negeri untuk menghindari pengenaan pajak progresif. Di tengah iklim suku bunga rendah, uang-uang korporasi hanya ditaruh di bank atau diinvestasikan pada obligasi pemerintah. Padahal di sisi lain manfaatnya bisa dikembalikan pada investor dengan penerbitan saham preferensi atau penambahan dividen. "Kalau perusahaan tidak punya rencana akuisisi besar dan pengembangan yang membutuhkan biaya besar, sebaiknya berikan dividen," ujar Jeffrey Sica, president dan chief investment officer SICA Wealth Management New Jersey.

Secara matematis, pemakaian kas untuk akuisisi bisa memberi nilai tambah lebih besar ketimbang pemberian dividen lebih tinggi. Begitu banyak peluang akuisisi di luar sana yang bisa digarap oleh korporasi-korporasi tadi. Asumsikan Apple membeli Nokia dan Blackberry secara cash, Tim Cook dan kolega masih menyisakan sekitar $100 miliar uang tunai di brankasnya. Namun menurut profesor of finance di Samuel Curtis Johnson Cornell University, Murillo Campello, banyak perusahaan masih trauma dengan krisis finansial setengah dekade silam. "Mereka ingin punya simpanan yang 'cair dan aman' jika sewaktu-waktu krisis melanda lagi," urainya. Pun demikian, Murillo tidak yakin apabila seluruh emiten kaya raya di atas tidak akan memakai uangnya untuk kepentingan strategis. Pihak direksi memiliki level kehati-hatian yang tinggi sebelum memutuskan sebuah ekspansi.

Penurunan saham Apple beberapa bulan terakhir menjadi simbol ketidakpercayaan investor terhadap geliat bisnis korporasi Amerika. Bukan tidak mungkin saham Google, Microsoft dan Oracle mengalami nasib serupa dalm waktu dekat. Investor menginginkan timbal balik atas apa yang sudah mereka berikan saat ini, bisa berupa pembagian dividen, kabar akuisisi atau buyback saham. Apapun itu bentuknya, asalkan uang tidak hanya nganggur tak bertuan di dalam gudang.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar