Kamis, 21 September 2017

cfd  CFD

Rekomendasi Goldman Bantu Penguatan Twitter

Selasa, 14 Januari 2014 13:35 WIB
Dibaca 480

Monexnews - Lembaga keuangan Goldman Sachs secara mengejutkan telah menaikkan target harga untuk saham Twitter. Koordinator utama (underwriter) IPO Twitter itu mengerek target saham dari estimasi sebelumnya, $46, menjadi $65.

Kinerja buruk saham Twitter di penghujung tahun lalu kembali berlanjut di 2014. Buruknya rekomendasi yang diberikan oleh lembaga-lembaga investasi membuat pemodal melakukan aksi jual secara besar-besaran. Namun pada sesi perdagangan Senin (13/01) pola pergerakan berubah setelah Goldman mengubah proyeksinya. Harga Twitter naik sebanyak 4% ke kisaran $59 sekaligus menandai penguatan terbesarnya di tahun 2014. Volatilitas Twitter memang cukup tinggi jelang pengumuman hasil laba rugi pertama sejak IPO-nya akhir tahun lalu. Laporan keuangan kuartal IV untuk tahun buku 2013 baru akan dirilis pada awal Februari mendatang, dan dari situlah investor bisa mengetahui sejauh mana perusahaan mampu melaba dari trend penggunaan media sosial sebagai sarana informasi dan komunikasi.

Langkah Goldman untuk menaikkan target harga tergolong sebagai perjudian karena sebagai sebuah perusahaan publik yang masih baru, Twitter belum melakukan perubahan radikal dalam lini bisnisnya. Walaupun selisih antara target harga lama dan target terkini hanya $5, jumlah tersebut bisa mengubah sentimen pelaku pasar terhadap Twitter karena rekomendasi Goldman seakan melawan arus. Awal bulan ini, analis Morgan Stanley, Scott Devitt bahkan sudah men-downgrade harga saham Twitter ke level $33 karena tidak yakin dengan kemampuan perusahaan untuk memutarbalikkan kerugian dalam waktu cepat.

Pada minggu terakhir tahun lalu, beberapa perusahaan Amerika Serikat berinisiatif memangkas rekomendasi 'beli' dan 'hold' pada saham Twitter. Di antaranya termasuk perusahaan internasional yakni lembaga sekuritas Wunderlich, yang tanpa ragu menegaskan proyeksi 'jual' untuk Twitter. "Kami memang melihat potensi pertumbuhan laba dari iklan ponsel dan televisi, namun parameter penilaiannya menjadi tidak relevan karena kenaikan harga saham lebih disebabkan oleh ekspektasi investor," demikian ulas Wunderlich Securities dalam keterangannya kala itu. Pelaku pasar kadung menganggap Twitter sebagai generasi baru di industri media sosial dan mengabaikan prospek fundamentalnya. Wunderlich sendiri mengaku telah menjual sebanyak 17.8 juta saham Twitter sejak 29 November.

Menurut Yahoo Finance, Twitter akan menghasilkan pendapatan $216.53 juta pada kuartal IV, dengan mengacu pada perhitungan jumlah pemasukan kuartal III yang hanya $168 juta. Apabila estimasi tersebut benar adanya, maka Twitter dipastikan masih merugi namun dengan skala lebih kecil yakni hanya $0.03 per saham.

Pasca debut impresifnya bulan lalu, harga saham Twitter diragukan mampu meningkat lebih tinggi. Hal yang lebih mengenaskan, pihak underwriter-nya sendiri bahkan mulai skeptis terhadap earnings perusahaan media sosial terlaris dunia itu. Pemberian rating negatif oleh Morgan Stanley kemarin menunjukkan suatu indikasi serius betapa harga Twitter sudah terkerek kelewat tinggi. Penilaian itu kian memperkuat asumsi mayoritas pelaku pasar yang sudah dilontarkan sebelumnya. Analis Merrill Lynch, Justin Post, akhir 2013 sempat menyebut saham Twitter tidak memiliki valuasi menarik seraya melabelkan Twitter sebagai saham 'underperform'. Di Wall Street, rating tersebut setara dengan rekomendasi 'sell' yang biasa dilontarkan oleh analis-analis saham.

Seperti diketahui, debut mengesankan dicatat oleh Twitter di lantai bursa New York pada hari Kamis, 7 November 2013. Saham media sosial paling populer di dunia mengakhiri sesi pertama dengan kenaikan harga mencapai 73% dari banderol awalnya sekaligus menandai besarnya apresiasi pelaku pasar terhadap prospek bisnis sebuah perusahaan media sosial. Sebagian analis menilai 'burung biru' sudah terbang terlalu tinggi karena secara aspek fundamentalnya belum mencerminkan kapitalisasi pasar yang mancapai $24.4 miliar atau Rp270,5 triliun. Twitter memang mampu mencetak angka penjualan $317 juta pada tahun 2012, akan tetapi masih merugi sebanyak $79.4 juta. Sedangkan untuk 9 bulan pertama tahun ini, penghasilan Twitter menembus angka $422 juta, namun lagi-lagi tingkat kerugiannya ikut membengkak jadi $134 juta. Singkat kata, selama tiga tahun belakangan perusahaan media sosial ini belum mampu melaba sama sekali.

[Harga saham Twitter (NYSE:TWTR) ditutup menguat 1.5% pada sesi perdagangan Senin (13/01) ke posisi $57.82]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar