Kamis, 27 Juli 2017

cfd  CFD

Richard Branson Terbangkan Maskapainya ke Lantai Bursa

Selasa, 11 Februari 2014 16:04 WIB
Dibaca 512

Monexnews - Biliuner Richard Branson bersiap untuk kembali melancarkan operasi bisnis dalam waktu dekat. Pria bergelar 'Sir' ini dikabarkan sedang merencanakan initial public offering (IPO) untuk maskapai penerbangannya yang genap berusia satu dasawarsa.

Untuk kali pertama sejak pertama kali berdiri, Virgin America sukses membukukan keuntungan pada tahun buku 2013. Berkaca pada prospek bisnis yang cerah di wilayah Amerika, maskapai penerbangan murah tersebut berniat menggalang dana dengan menerbitkan saham ke publik tahun ini. Virgin tengah melakukan tender untuk memilih perusahaan investasi yang layak untuk mengurus IPO-nya di semester II mendatang. Barclays dan Deutsche Bank digadang sebagai favorit underwriter yang akan dipinang oleh tim manajemen.

Kebijakan IPO diambil setelah perseroan sukses mencatat keuntungan pertamanya sejak mengudara satu dekade silam. Pada 2013 lalu, maskapai spesialis jalur domestik ini mampu mencetak penghasilan kotor $1.3 miliar. Richard Branson ingin meraup modal baru guna menambah armadanya dari 53 unit menjadi 100 unit dalam sepuluh tahun ke depan. Tidak hanya itu, Virgin dikabarkan juga ingin mengisi slot maskapai yang kosong di bandara LaGuardia, New York dan membidik jatah slot di Reagan National Airport, Washington.

Struktur kepemilikan di Virgin America memang terbilang kompleks. Richard Branson memegang 49% saham, namun ia hanya memiliki kekuatan suara 25% sesuai dengan peraturan tentang kepemilikan saham perusahaan Amerika Serikat oleh investor asing. Dengan masuk ke bursa, Branson dan kolega bisnisnya, Cyrus Capital, akan leluasa menjual sahamnya masing-masing termasuk komponen hutang Virgin, yang nantinya bisa dikonversi menjadi saham pasca IPO. Manajemen Virgin sekarang dikomandoi oleh CEO David Cush dan Chairman Don Carty, yang juga pernah menjabat sebagai pimpinan di induk usaha American Airlines, AMR Group.

Virgin America sempat mengalami kerugian akumulatif sekitar $675 juta sejak pertama kali beroperasi dan baru menuai laba bersih di tahun 2013. Kemudian pada kuartal III tahun lalu, perusahaan mampu mengeruk keuntungan bersih sebesar $33.5 juta. Branson sepertinya ingin memanfaatkan momentum kenaikan harga saham maskapai-maskapai Amerika di lantai bursa untuk mendapat respon bagus dari pelaku pasar. Adapun perusahaan sektor penerbangan yang terakhir kali melantai di New York yaitu Spirit Airlines, dengan raupan modal mencapai $190 juta pada Mei 2011.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar