Sabtu, 21 Oktober 2017

cfd  CFD

Sadar Kinerjanya Kurang Bagus, Bos Twitter Putuskan Resign

Jumat, 12 Juni 2015 10:56 WIB
Dibaca 2384

Monexnews - Chief Executive Officer (CEO) Twitter, Dick Costolo, memutuskan untuk berhenti dari jabatannya resmi per 1 Juli mendatang. Bos perusahaan social media paling terkenal di dunia ini resign karena menyadari kinerjanya kurang optimal.

Costolo sudah beberapa kali diminta turun selama setahun terakhir karena perusahaannya gagal merebut pangsa pasar baru dan menaikkan omset bisnis. "Saya sangat bangga dengan tim saya dan pencapaiannya selama 6 tahun terakhir," kata Costolo saat mengumumkan resignasinya kepada media. Pasca keputusannya, salah satu pendiri Twitter ini tidak akan menerima pesangon dan option sahamnya.

Dalam conference call yang diadakan untuk menjelaskan transisi perusahaan, Costolo menegaskan bahwa diskusi soal pengunduran dirinya dengan pihak direksi sudah berlangsung sejak tahun lalu. Selepas pengunduran diri, ia masih mendapat jatah satu kursi di dewan direksi Twitter.

Pelaku pasar menyambut baik kabar pensiun bos Twitter. Saham 'burung biru' langsung meroket sampai 8% di sesi after hours pasca pemberitaan tersebut. Angka penjualan layanan Twitter memang kurang memuaskan meski earnings-nya lebih baik dari perkiraan. Dari sisi jumlah pengguna, pertumbuhannya bisa dibilang kurang bagus karena hanya mencapai 18% per tahun pada 2014 (terendah dalam sejarah perusahaan).

Tahun ini perseroan mengincar pertumbuhan laba dari pemasangan iklan di negara-negara berkembang. Twitter Inc. kemarin mengumumkan rencana ekspansi bisnisnya ke wilayah Asia serta menambah jumlah pekerja di kantornya yang berlokasi di Singapura secara konsisten hingga dua tahun ke depan.

Shailesh Rao, Vice President Twitter wilayah Asia Pasifik, Amerika dan Negara Berkembang, kepada Wall Street Journal mengatakan pihaknya membuka lebih dari 100 lowongan di Singapura atau lebih dari dua kali lipat dari jumlah stafnya sekarang yang sekitar 80 orang. Twitter membuka perwakilan di negeri singa pada tahun 2013 lalu dan baru pindah ke kantor yang lebih besar untuk dijadikan markas utama di Asia Pasifik.

“Kami membutuhkan tenaga terampil untuk beberapa divisi seperti sales, marketing, finance dan lain-lain," kata Rao. Twitter memang sedang rajin menggarap pasar Asia terutama negara dengan populasi besar seperti India dan Indonesia. Bukan hanya untuk menjaring pengguna baru, pihak perusahaan juga membidik potensi keuntungan dari pemasangan iklan dalam bentuk Dollar karena separuh pemasukan usaha memang berasal dari advertising.

Sampai dengan kuartal I 2015, Twitter memiliki 302 juta pengguna aktif dan 78% di antaranya berasal dari luar Amerika Serikat. Omset usaha tumbuh 74% dibandingkan tahun lalu menjadi sebesar $435,9 juta. Sayangnya jumlah itu masih lebih rendah dibandingkan target perusahaan dan perkiraan analis pasar keuangan.

[Harga saham Twitter (NYSE:TWTR) ditutup melemah 0,06% ke level $35.83 pada sesi perdagangan hari Kamis (11/06) sebelum menguat maksimal 8% di sesi perdagangan after-hours.] (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar