Selasa, 25 Juli 2017

cfd  CFD

Saham Microsoft Kembali ke Performa 13 Tahun Silam

Kamis, 5 Desember 2013 13:48 WIB
Dibaca 525

Monexnews - Harga saham Microsoft ditutup pada posisi $38.94 di akhir sesi perdagangan saham New York hari Rabu (04/12). Level tersebut menandai titik penutupan tertinggi sejak tahun 2000 silam yakni di $38.49 (18 Juli).

Sejak mencapai level tersebut 13 tahun silam, saham Microsoft hanya mampu berkisar antara $20 dan $30 per unit termasuk pasca kebijakan stock split 2:1 yang dilakukan Februari 2003. Entah kebetulan atau tidak, penurunan harga saham perusahaan spesialis software dari level tertingginya bertepatan dengan awal masa jabatan CEO Steve Ballmer di tahun 2000. Namun tidak ada parameter pasti yang menunjuk Ballmer sebagai penanggungjawab terjadinya koreksi saham karena ia cukup giat melakukan inovasi bisnis termasuk dengan meluncurkan sistem operasi Windows untuk perangkat mobile. Saat harga saham Microsoft mencapai puncak tertingginya di level $58 tahun 1999 lalu, Ballmer sendiri sudah menduduki kursi eksekutif di perusahaan sebagai presiden.

Di akhir tahun jabatan pertamanya sebagai CEO, saham Microsoft juga sempat anjlok ke salah satu posisi terendahnya di kisaran $22. Tidak ada yang bisa menyalahkan Ballmer atas trend penurunan harga saham perusahaan selama satu dasawarsa terakhir. Terlepas dari siapapun yang mengisi kursi CEO, performa bisnis Microsoft memang tidak secemerlang belasan tahun silam. Pesatnya perkembangan teknologi dan ramainya pemain baru di industri komputer dunia merupakan kendala utama bagi lini operasional perusahaan. Microsoft yang sempat dominan di dunia komputer terpaksa harus berbagi pangsa pasar dengan produsen teknologi lainnya sehingga marjin keuntungan pun turut terbagi ke perusahaan lain.

Kalaupun ada hal yang menjadi ironi tak lain adalah bagaimana harga saham Microsoft justru kemnbali menguat di penghujung masa bakti Steve Ballmer. Investor seakan kembali meminati saham perusahaan yang identik dengan Bill Gates ini karena berharap akan munculnya sosok baru yang lebih agresif dalam mengambil kebijakan, sekaligus lebih high-profile dibandingkan CEO saat ini yang cenderung konservatif.

Dalam satu pekan terakhir nama Alan Mulally dan Satya Nadella gencar difavoritkan untuk menjadi CEO Microsoft. Kalau Mulally mewakili aspirasi pemegang saham yang menginginkan sosok dari luar, maka Nadella diiidamkan karena dianggap tahu isi dapur perusahaan.

Chief Executive Officer (CEO) Ford, Alan Mulally, menjadi unggulan teratas dan bisa lebih menyenangkan pemegang saham ketimbang Nadella yang notabene adalah orang dalam perusahaan. Salah satu eksekutif paling disegani di Amerika Serikat, Mark Hurd, memang sempat masuk dalam bursa suksesor Ballmer namun kemungkinan terpilihnya sangat kecil karena konon pihak direksi sudah menciutkan kandidat menjadi hanya dua nama. Kalaupun nantinya ada sosok kejutan, figur yang mungkin masuk dalam kandidasi di detik-detik akhir adalah Bos Nokia, Stephen Elop.

Saat ini nilai kapitalisasi pasar Microsoft setara $325 miliar atau lebih 'murah' dibandingkan dua perusahaan teknologi terbesar dunia lainnya yaitu Google ($353 miliar dan Apple ($508 miliar). Pun demikian, sepanjang tahun 2013 harga sahamnya sudah menguat nyaris 46% di tengah trend kenaikan indeks saham gabungan negeri Paman Sam. Suatu catatan yang baik bagi Steve Ballmer jelang masa pensiun nanti. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar