Minggu, 26 Maret 2017

cfd  CFD

Saham Nintendo Merosot Di Tengah Tekanan Untuk Keluar Dari Bisnis Hardware

Senin, 20 Januari 2014 15:03 WIB
Dibaca 492

Monexnews -

Nintendo Co. saat ini sedang berada di bawah tekanan untuk mempertimbangkan akhiri produksi mesin video game setelah laporan penjualan yang mengecewakan pada konsol Wii U dan di perkirakan akan ada kerugian lebih lanjut, mendorong nilai sahamnya untuk jatuh.

Nilai saham Nintendo turun sebanyak 6.2% menjadi 13.745 yen pada hari ini, penurunan terbesar di Tokyo sejak 9 september. Penurunan nilai saham telah menghapus nilai perusahaan sebesar $1.2 milyar. Nintendo pada tanggal 17 Januari di proyeksikan akan mengalami kerugian operasional untuk tahun fiskal  sekarang yang berakhir di bulan Maret dan memangkas perkiraan untuk penjualan tahunan konsol Wii U lebih dari dua pertiga dari target awal.

Presiden Satoru Iwata seharusnya mengakui kekalahannya pada Wii U, dengan cara menutup produksi dan membuka karkater ikon software Nintendo yang termasuk Zelda dan Super Mario ke smartphone, tablet dan konsol yang mana kebijakan saat ini telah membuat berantakan strateginya, kata Michael Pachter, seorang analis di Wedbush Securities di Los Angles. Nintendo seharusnya keluar dari bisnis hardware pada umumnya, kata Patcher.

Iwata “harus bertanggung jawab untuk Wii yang kehilangan daya tariknya,” kata Pathcer. “ Dia akan berada di bawah tekanan untuk membuat perubahan yang dramatis. Jika dia dapat melakukannya  di saat dia masih dalam posisinya, akan ada lebih banyak kekuatan untuk dia, namun mereka perlu untuk membuat beberapa perubahan.”

Iwata, yang berusia 54 tahun, mengatakan bahwa dia mempertimbangkan perubahan dalam model bisnis perusahaan yang berbasis di Kyoto, dan dia tidak terlihat mundur dari posisinya saat ini. Sampai saat ini, dia telah menolak untuk menawarkan waralaba Nintendo untuk bersaingn dengan sistem konsol lainnya atau perangkat mobile. Dia tidak memberikan penjelasan yang spesifik pada strategi barunya pada saat konfrensi pers pada tanggal 17 Januari di Osaka.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar