Kamis, 23 Maret 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris bulan Februari 1.4% vs -0.5% bulan Januari, dari estimasi 0.4%.

cfd  CFD

Saham Twitter Lanjutkan Koreksi Akhir Tahun

Selasa, 31 Desember 2013 8:19 WIB
Dibaca 425

Monexnews - Saham Twitter memperpanjang penurunannya jelang detik-detik penutupan tahun. Saham media sosial ini anjlok 5.1% pada sesi perdagangan Selasa (30/12). Pada hari Jumat lalu, sahamnya juga merosot 13% dan seakan menandai kembalinya rasa sadar investor dalam memandang prospek return-nya. 

Koreksi saham terjadi pasca lembaga keuangan Macquarie Securities menurunkan rekomendasinya terhadap Twitter dari netral menjadi 'underperform'. Banyak analis di pasar ekuitas menilai harga sudah terlampau tinggi dan tidak mencerminkan prospek bisnis sesungguhnya. Saham Twitter ditutup pada level $60.51 semalam setelah satu hari sebelumnya berakhir di rekor tertinggi $73.31.

Semakin banyak lembaga keuangan yang merevisi penilaiannya terhadap saham Twitter. Harga saham media sosial itu sudah dianggap terkerek sangat tinggi, dan mulai terkesan tidak masuk akal.

Setelah beberapa perusahaan Amerika Serikat memangkas rekomendasi 'beli' dan 'hold' pada saham Twitter, pekan lalu satu lagi perusahaan internasional menyarankan posisi 'jual'. Menurut portal Analyst Rating Network, lembaga sekuritas Wunderlich baru saja menegaskan proyeksi jual untuk Twitter. "Kami memang melihat potensi pertumbuhan laba dari iklan ponsel dan televisi, namun paramteer penilaiannya menjadi tidak relevan karena kenaikan harga saham lebih disebabkan oleh ekspektasi investor," demikian ulas Wunderlich Securities dalam keterangannya. Pelaku pasar menganggap Twitter sebagai generasi baru di industri media sosial dan mengabaikan prospek fundamentalnya. Wunderlich mengaku telah menjual sebanyak 17.8 juta saham Twitter sejak 29 November.

Pasca debut impresifnya bulan lalu, harga saham Twitter diragukan mampu meningkat lebih tinggi. Pihak underwriter-nya sendiri bahkan mulai skeptis terhadap earnings perusahaan media sosial terlaris dunia itu.

Analis Merrill Lynch, Justin Post, sempat menyebut saham Twitter tidak memiliki valuasi menarik seraya melabelkan Twitter sebagai saham 'underperform'. Di Wall Street, rating tersebut setara dengan rekomendasi 'sell' yang biasa dilontarkan oleh analis-analis saham. Lebih jauh, Post menetapkan target harga Twitter pada level $36 per saham atau 11.7% lebih rendah dibandingkan harga penutupan hari Senin di $40.78. Ia sendiri mengaku kalau dari seluruh saham yang dikelolanya, hanya saham Twitter yang ia rekomendasikan untuk jual.

Sementara dua underwriter utama, yakni Morgan Stanley dan JP Morgan Chase memberi rekomendasi 'hold'. Dua bank lainnnya masin mempertahankan rating 'buy', yaitu Goldman Sachs dan Deustche Bank. Minat beli semakin minim karena harga saham Twitter terkini tidak terlampau jauh dari target 12-18 bulan yang ditetapkan kelima bank underwriter tersebut.

Seperti diketahui, debut mengesankan dicatat oleh Twitter di lantai bursa New York pada hari Kamis, 7 November 2013. Saham media sosial paling populer di dunia mengakhiri sesi pertama dengan kenaikan harga mencapai 73% dari banderol awalnya sekaligus menandai besarnya apresiasi pelaku pasar terhadap prospek bisnis sebuah perusahaan media sosial. Sebagian analis menilai 'burung biru' sudah terbang terlalu tinggi karena secara aspek fundamentalnya belum mencerminkan kapitalisasi pasar yang mancapai $24.4 miliar atau Rp270,5 triliun. Twitter memang mampu mencetak angka penjualan $317 juta pada tahun 2012, akan tetapi masih merugi sebanyak $79.4 juta. Sedangkan untuk 9 bulan pertama tahun ini, penghasilan Twitter menembus angka $422 juta, namun lagi-lagi tingkat kerugiannya ikut membengkak jadi $134 juta. Singkat kata, selama tiga tahun belakangan perusahaan media sosial ini belum mampu melaba sama sekali.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar