Sabtu, 25 Maret 2017

cfd  CFD

Samsung Kapok Keluarkan Terlalu Banyak Jenis Ponsel

Rabu, 19 November 2014 11:41 WIB
Dibaca 1966

Monexnews - Samsung Electronic akan mengubah strategi bisnisnya di industri ponsel cerdas atau smartphone. Raksasa asal Korea Selatan ini tidak mau lagi membuat terlalu banyak model ponsel seperti beberapa tahun terakhir.

Samsung berniat mengurangi jumlah varian ponsel barunya nanti hingga 30%. Sebagai catatan, produsen smartphone terbesar dunia ini sudah meluncurkan 52 model ponsel cerdas di sepanjang tahun 2014 saja. Adapun jumlah ponsel yang dirilis oleh pabrikan-pabrikan lainnya jauh lebih sedikit. HTC hanya menelurkan 23 ponsel baru, Nokia meluncurkan 20 jenis produk, Motorola dengan 10 handset dan Apple dengan 2 model andalannya.

Samsung melihat strategi peluncuran ponsel dalam jumlah besar tidak bekerja sesuai harapan. Di kuartal III lalu, keuntungan perusahaan anjlok 60% akibat line produk Galaxy yang diandalkan justru tidak terlalu sukses di pasaran. Sementara dari 52 produk yang dikeluarkan, beberapa di antaranya juga gagal menarik perhatian konsumen karena tidak memiliki keunggulan spesifik dan terkesan membingungkan.

Sebagai contoh, model Galaxy Note Edge tidak mempunyai keunikan berbeda dibandingkan pendahulunya, namun hanya memiliki perbedaan berupa lekukan pada layar bagian kanan. Sementara Galaxy K Zoom memiliki spesifikasi yang sama dengan Galaxy S5, namun dilengkapi dengan lensa zoom teleskopik di bagian belakang. Begitu pula dengan Galaxy Alpha berbahan metal, yang hanya merupakan versi 'langsing' dari seri S5. Galaxy S5 mini menyerupai Alpha, tetapi bahannya dari plastik. Adapun Galaxy Note 4 bisa dibilang sebagai S5 versi raksasa, meski ukurannya tidak sebesar Galaxy Mega. Singkat kata, setiap ponsel keluaran Samsung hanya memiliki perbedaan kecil, baik dalam bentuk maupun kemampuannya.

Perusahaan asal negeri ginseng ini memang tidak serta merta akan mengubah haluan bisnis layaknya Apple, yaitu dengan hanya merilis satu-dua ponsel dalam setahun. Namun pihak direksi sudah memastikan bahwa jumlah ponsel yang akan diproduksi tidak akan sebanyak biasanya di tahun 2015 mendatang. Samsung kemungkinan juga siap merilis teknologi baru berupa layar lipat dalam salah satu varian smartphonenya.

Samsung memang masih kuat bertengger sebagai produsen ponsel paling laris sedunia. Namun apabila tidak ada gebrakan baru dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin dominasinya digoyang Apple atau bahkan oleh produsen smartphone asal China.

Menurut data terbaru yang dirilis oleh International Data Corporation (IDC) untuk kuartal III, Samsung masih menjadi pabrikan dengan volume pengiriman smartphone terbanyak ke seluruh dunia. Kemudian disusul oleh rival utamanya, Apple, dan produsen lain asal Asia seperti Xiaomi, Lenovo dan LG. Akan tetapi jika dihitung dalam setahun terakhir, jumlah pengiriman smartphone Samsung menurun di tengah berkurangnya permintaan ponsel dari seluruh dunia. Selain itu, banyaknya merk-merk baru yang keluar turut menurunkan daya tarik ponsel buatan raksasa Korea ini. Kontribusi penjualan terbesar Samsung dalam satu tahun terakhir hingga kuartal III 2014 berasal dari ponsel-ponsel dengan harga menengah dan murah sehingga tidak heran jika harga penjualan rata-ratanya turun.

Untuk kuartal III, kenaikan volume pengiriman terbanyak dicatat oleh Apple berkat varian iPhone 5 dan 6 yang disambut baik oleh konsumen. Alhasil kuartal III 2014 menjadi triwulan III terbaik dalam sejarah pengiriman ponsel perusahaan asal Amerika tersebut. Merk-merk pesaing lain semacam Lenovo dan LG juga mampu mencatat kenaikan jumlah pengiriman , terutama untuk produk-produk ponsel murah seharga kurang dari $100. Pasar China dan Asia Tenggara menjadi wilayah primadona penjualan di tahun 2014.

Samsung Electronics membukukan penurunan laba dalam jumlah terbesarnya dalam 3 tahun terakhir di kuartal III 2014. Laba operasional Samsung tahunan turun 60,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu di angka 4,1 triliun Won. Laba dari divisi bisnis mobile anjlok dari 6,7 triliun Won menjadi hanya 1,75 triliun Won. Pertimbangan inilah yang menjadi dasar perubahan strategis bisnis perseroan.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar