Jumat, 22 September 2017

cfd  CFD

Samsung Masih Andalkan Seri Galaxy untuk Kerek Penjualan

Rabu, 8 April 2015 9:50 WIB
Dibaca 1086

Monexnews - Samsung memang masih merajai industri smartphone dunia sampai dengan awal 2015. Tetapi tanpa pembaruan strategi dagang yang mumpuni, dominasinya rentan digoyang oleh produsen lain seperti Apple Inc atau bahkan Xiaomi. Lumrah jika investor mempertanyakan prospek bisnis raksasa Korea ini di tengah pasar smartphone yang semakin jenuh.

Samsung memang bisa dibilang berhasil melewati periode buruk dalam perjalanan bisnisnya tahun lalu. Tapi untuk bisa bertahan, perusahaan negeri ginseng ini wajib menampilkan produk baru yang lebih diterima pasar. Harapan besar digantungkan ke seri terbaru Galaxy S6 dan S6 Edge, yang akan dirilis pada hari Jumat esok (10/04). Salah satu ponsel seri lengkung ini diharapkan mampu menyaingi popularitas iPhone 6 dan 6 Plus besutan Apple yang lebih dulu menarik perhatian konsumen.

Marjin keuntungan Samsung berkurang drastis sepanjang tahun lalu karena produknya gagal berkompetisi dengan smartphone-smartphone anyar keluaran China. Setelah sukses mencetak kenaikan laba di atas 15% selama 10 kuartal beruntun, profit Samsung akhirnya hanya meningkat 7,1% di triwulan III 2014. Senior Vice President-nya, Kim Hyun-joon, dalam conference call akhir tahun lalu mengutarakan optimismenya bahwa laba dari bisnis ponsel akan kembali meningkat sampai double-digit di tahun 2015. Kunci utamanya adalah launching dua model andalan, yakni S6 dan S6 Edge, yang dibanderol antara $600 dan $1000 per unit (di Amerika Serikat).

Berhenti Luncurkan Terlalu Banyak Ponsel

Samsung Electronics bulan November tahun lalu mengutarakan niat untuk mengubah strategi bisnisnya di industri ponsel cerdas atau smartphone. Tim marketing dan pengembangannya tidak mau lagi membuat terlalu banyak model ponsel seperti beberapa tahun terakhir. Samsung berniat mengurangi jumlah varian ponsel barunya nanti hingga 30%.

Sebagai catatan produsen smartphone terbesar dunia ini sudah meluncurkan 52 model ponsel cerdas, di tahun 2014 saja. Padahal jumlah ponsel yang dirilis oleh pabrikan-pabrikan lainnya jauh lebih sedikit. HTC hanya menelurkan 23 ponsel baru, Nokia meluncurkan 20 jenis produk, Motorola dengan 10 handset dan Apple dengan 2 model andalannya.

Samsung melihat strategi peluncuran ponsel dalam jumlah besar tidak bekerja sesuai harapan. Di kuartal III lalu, keuntungan perusahaan anjlok 60% akibat line produk Galaxy yang diandalkan justru tidak terlalu sukses di pasaran. Sementara dari 52 produk yang dikeluarkan, beberapa di antaranya juga gagal menarik perhatian konsumen karena tidak memiliki keunggulan spesifik dan terkesan membingungkan.

Sebagai contoh, model Galaxy Note Edge tidak mempunyai keunikan berbeda dibandingkan pendahulunya, namun hanya memiliki perbedaan berupa lekukan pada layar bagian kanan. Sementara Galaxy K Zoom memiliki spesifikasi yang sama dengan Galaxy S5, namun dilengkapi dengan lensa zoom teleskopik di bagian belakang. Begitu pula dengan Galaxy Alpha berbahan metal, yang hanya merupakan versi 'langsing' dari seri S5. Galaxy S5 mini menyerupai Alpha, tetapi bahannya dari plastik. Adapun Galaxy Note 4 bisa dibilang sebagai S5 versi raksasa, meski ukurannya tidak sebesar Galaxy Mega. Singkat kata, setiap ponsel keluaran Samsung hanya memiliki perbedaan kecil, baik dalam bentuk maupun kemampuannya.

Perusahaan asal negeri ginseng ini memang tidak serta merta akan mengubah haluan bisnis layaknya Apple, yaitu dengan hanya merilis satu-dua ponsel dalam setahun. Namun pihak direksi sudah memastikan bahwa jumlah ponsel yang akan diproduksi tidak akan sebanyak biasanya mulai tahun ini. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar