Kamis, 21 September 2017

cfd  CFD

Setelah Apple dan Starbucks, Media China Kritisi Produk Samsung

Rabu, 23 Oktober 2013 13:39 WIB
Dibaca 500

Monexnews - Perang antara media pendukung pemerintah China dan perusahaan multinasional terus berlanjut. Setelah mengkritik kebijakan harga Starbucks di awal pekan ini, China Central Television (CCTV) dalam pemberitaannya kembali mengecam Samsung Electronics.

Produsen elektronik asal Korea Selatan itu diberitakan memungut biaya dari perbaikan produk konsumen walaupun sesungguhnya servis dilakukan akibat cacat produksi. Produk ponsel Samsung Note dan seri S kerap mengalami kerusakan pada komponen kartu memori internalnya. Namun alih-alih memberikan garansi, Samsung justru memungut biaya dari klaim perbaikan yang diajukan oleh konsumen.

"Kami berkomitmen memberikan produk dan layanan berkualitas tinggi. Terkait dengan masalah teknis yang diberitakan, kami akan meresponnya kemudian," demikian pernyataan resmi Samsung. Untuk ke sekian kalinya perusahaan internasional mendapat kritik soal operasional bisnis yang tidak sehat. Dalam setahun terakhir, dua perusahaan asal Amerika Serikat menjadi sasaran media karena diklaim meng-anaktirikan pelanggannya di China, dalam hal layanan dan garansi.

Dua media BUMN pemerintah, yakni China Central Television (CCTV) dan China Daily, awal pekan ini melaporkan bahwa Starbucks memberlakukan harga lebih tinggi untuk produk kopi dan turunannya di gerai-gerai yang berlokasi di China. Padahal di negara lain, termasuk Amerika, harga kopi Starbucks tidak semahal banderol yang berlaku di China. Isu 'pemerasan' konsumen tersebut makin memperuncing friksi antara media pemerintah dan korporasi besar asal negeri Paman Sam.

CCTV melaporkan bahwa kopi latte ukuran sedang dihargai 27 Yuan atau setara $4.40 di China. Jumlah tersebut lebih tinggi ketimbang harganya di Chicago yang hanya $3.20 dan London yang sebesar $4. Laporan yang sama juga menyebut kalau produk mug yang dijual Starbucks (buatan China) dijual mencapai $18, padahal di Amerika banderolnya berkisar di $10-14 per buah.

Sementara di bulan Maret, Apple dituding gagal memberikan layanan berkualitas kepada konsumen China terkait penggunaan komponen rekondisi dalam purna jualnya. Pihak Kementerian Informasi mengklaim pemberitaan media BUMN tersebut adalah wujud kontrol publik terhadap kinerja bisnis swasta. Melalui kritik transparan, pemerintah berharap hak-hak warga konsumen terpenuhi sebagaimana mestinya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar